Press Rilis pengungkapan uang palsu di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (13/05/2020)

Jejak Tasikmalaya - Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu, Senin (11/5/2020) malam. Polisi mengamankan empat orang tersangka asal Jakarta dan Bogor. Tersangka kedapatan membawa uang palsu pecahan seratus ribu rupiah mencapai Rp. 2.9 miliar. 

Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana SIK saat press rilis di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (13/5/2020) mengungkapkan, uang yang diduga palsu diamankan saat melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya serta Pembatasan Sosial Berskala Besar Pospam Cikunir. 

Awalnya, petugas mencurigai mobil plat luar daerah yang ditumpangi empat pelaku. Semula petugas mengira, pelaku merupakan pemudik namun saat digeledah ternyata menemukan uang palsu dalam dua tas besar.

"Mereka ini mendapatkan upal dari rekannya yang menghilang atas nama Erwin. Mereka kemudian membawa upal itu keliling Jawa sampai Surabaya dengan tujuan mencari orang pintar yang bisa menyempurnakan upal menjadi uang asli dengan bantuan para normal," terang Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo Tarigan menambahkan. 

Meski belum mengendarkan pelaku sudah terjerat Undang-Undang KUHP Pidana pasal 36 ayat 2 nomor 7 tahun 2017 ancaman 10 tahun penjara.

Sementara itu, pihak Bank Indonesia memastikan uang ini palsu setiap lembarnya. Koordinasi baik uji analisis tingkat keaslian barang bukti yang ada, berdasar analis barang buktinya pecahan uang yang diduga palsu ini tidak memiliki ciri-ciri keasliannya.

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptadji memberi apresiasi kepada jajaran Polres Tasikmalaya yang berhasil sejak dini mampu mengindikasikan meminimalisir peredaran uang palsu. 

"Kita apresiasi Polres Tasikmalaya ungkap peredaran uang palsu yang sangat besar. Diharapkan kontrol sosial dari masyarakat, edukasi dari masyarakat, mengetahui mana uang palsu dan tidak. Perjalanan yang ada perbedaan uang palsu kecenderungan menurun, kami mengapresiasi kepada jajaran Polres Tasikmalaya," papar Heru. (Dwi