Audiensi antara Bawaslu Kota Tasikmalaya dan KOMPAS yabg berlangsung tadi malam

Jejak Tasikmalaya - Koalisi Masyarakat Pemilih Cerdas (KOMPAS) kembali mendatangi Bawaslu Kota Tasik di Jl. Letnan Harun, Kamis (16/5/2019) malam. Kedatangan mereka untuk kembali menanyakan proses penanganan dugaan pelanggaran pemilu, khususnya money politic, yang dianggap mandeg. KOMPAS mendesak agar prosesnya dipercepat sehingga berkas kasusnya segera dilimpahkan ke polres.

Dalam audiensi kali ini, KOMPAS membawa lebih banyak massa dan tokoh politik lintas partai. Salah satunya H Noves Narayana yang tidak hadir pada audiensi pertama, malam tadi politisi PAN tersebut ikut datang.

Oleh sebab minimnya temuan pelanggaran pemilu padahal gerakan money politic terasa sangat kentara, untuk memastikan bahwa Bawaslu serta jajarannya sudah bekerja maksimal dan tidak 'masuk angin', KOMPAS sempat menantang mereka melakukan mubahalah. Tapi mereka bergeming alias diam saja.

Mubahalah atau Li’an adalah memohon kutukan kepada Allah untuk dijatuhkan kepada orang yang salah/dusta, sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.

Koordinator KOMPAS, Asep Rizal Ayarie, menyatakan, pihaknya akan terus mendorong Bawaslu dan pihak terkait lainnya menyingkap pelaku kecurangan pemilu sampai ke akar-akarnya, apapun resikonya.

Sementara Komisioner Bawaslu, Rino, mengaku bahwa berkas dugaan pelanggaran pemilu yang mereka garap sudah masuk tahap akhir. Artinya, jika sudah memenuhi unsur, akan segera dilimpahkan ke polres untuk ditindak lanjuti.

Usai audienai, KOMPAS sempat memberikan obat kuat kaplet kepada Bawaslu. Itu sebagai sindiran agar Bawaslu tidak loyo dalam menangani dugaan pelanggaran pemilu. (red)