Polres Tasikmalaya gelar konprensi pers terkait kasus dugaan korupsi dana desa Cipakat

Jejak Tasikmalaya - Kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa berhasil diungkap Polres Tasikmalaya yang melibatkan Kepala Desa Cipakat berinisial AG dengan kerugian uang negara sebesar Rp 129.469.041. AG diindikasikan menyalahgunakan wewenang dan jabatan tahun 2017 lalu.

Modus operandi dengan mengalihkan dana desa dari yang seharusnya untuk kegiatan pengandaan alat polindes bale warga, dialihkan untuk pembayaran pajak bumi bangunan 2017 Desa Cipakat.

"Kami akan terus mengembangkan kasus ini. Rencananya kasus dugaan tindak pidana korupsi ini akan dilimpahkan ke kejaksaan, Kamis esok," ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra, S.IK di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (30/10/2019). 

Pelaku akan dijerat Pasal 3 UU RI 1999 Nokor 20 tahun 2001 dengan ancaman maksimal itu 129.469.041 satu tahun paling lama 20 tahun. 

Sementara AG mengaku jika pembayaran tunggakan pajak sebesar Rp 108 juta dengan pinjam menggunakan dana desa atas desakan kepala dusun dan kolektor. 

"Ketika masuk kepala desa periode ketiga 18 desember 2017 lalu, ternyata periode itu terdapat tunggakan pajak Rp 108 juta. Kemudian dari pihak kantor pajak saya ingin cepat lunas. Belum terkumpul dari masyarakat, saya cuti lima enam bulan, terpilih kembali, dari para punduh dan sekdes pinjam dulu, ada dari pajak dari bawah dimohon diatas ditekan, jadi saya akhirnya bayarkan uang itu buat pajak," ungkap AG melalui rilis. (Dwi