Kepala DPMPTSP Kota Tasikmalaya Hadi Riaddy

Jejak Tasikmalaya - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Hadi Riaddy, angkat suara soal tak kunjung keluarnya Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB untuk Puskesmas Cibeureum dan Puskesmas Tamanasari. Pemantiknya, lantaran berkas yang diajukan pihak Dinas Kesehatan selaku pemohon tidak lengkap.

"Betul pengajuannya sekitar enam bulan lalu. Tapi sebatas pengajuan, sedangkan rekomendasi tekhnis dari dinas terkait tidak mereka lampirkan. Pertanyaannya, kalau tidak ada lampiran rekomendasi, apa yang harus kami proses," kata Hadi, Kamis (10/10/2019) siang di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, DPMPTSP ini ibarat hilir. Hulunya ada di OPD terkait atau pemberi rekomenadsi tekhnis. Sehingga, pihaknya hanya akan memproses jika di hulunya sudah selesai.

"Kalau mesti saya sarankan, seharusnya, setiap proyek yang memerlukan IMB, si leading sector pekerjaan harusnya membahas pula tentang kelengkapan IMB-nya di tahap perencanaan sehingga, ketika SPK (Surat Perintah Kerja) muncul, IMB juga sudah selesai. Jadi saat pelaksanaan pekerjaannya juga nyaman dan aman. Ini mah, setelah ada riak dan menjadi polemik, baru mulai diproses," sindir Hadi.

Diberitakan sebelumnya, proses pembangunan dua puskesmas yakni Puskesmas Cibeureum dan Puskesmas Tamansari diwarnai polemik lantaran diketahui belum memiliki IMB. Anggaran yang digelontorkan untuk dua puskesmas itu fantastis. Rp 2.449.923.000 untuk Puskesmas Cibeureum, dan Rp 2.962.000.000 untuk Puskesmas Tamansari.

Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kota Tasik, Uus Supangat, membenarkan bahwa dua puskesmas dimaksud belum mengantongi IMB. Dia pun mengamini bahwa semestinya IMB harus sudah dipegang sebelum proses pembangunan mulai dikerjakan.

"Benar bahwa Puskesmas Cibeureum dan Puskesmas Tamansari yang saat ini dalam proses pembangunan belum memiliki IMB. Tapi yang mesti diketahui adalah, bahwa jauh-jauh hari, persisnya enam bulan lalu kami sudah mengajukan IMB ke DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Tapi hingga kini IMB-nya belum keluar juga. Kami  tidak tahu kenapa. Hanya, yang kami inginkan, kalau ada kendala, sampaikan kendalanya apa agar kami juga tahu," kata Uus. (Piter)