Seorang penjual air musiman sedang melayani pembelian air warga

Jejak Tasela - Kemarau panjang, warga Pamijahan, Kec. Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya terpaksa membeli air bersih dari penjual air musiman untuk pemenuhan kebutuhan air bersihnya. Mereka terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air karena sumber air dari sumur dan mata air terdekat sudah tak lagi mengeluarkan air sejak 3 bulan ini.

Dari informasi yang didapat jejakjabar.com, Jumat (4/10/2019), untuk mendapatkan air bersih tersebut, sejumlah warga terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu untuk membeli 200 liter air dari penjual air musiman yang sengaja mengantarkan air tersebut kepada warga yang telah memesan terlebih dulu.

"Kami terpaksa membeli air dari penjual karena sumur kami telah mengering, untuk 200 liter air yang kami beli tersebut dapat digunakan hingga 4 hari saja," kata Iwan, warga Desa Pamijahan. 

Sementara warga lainnya, Asep menyebut dirinya terpaksa membeli lebih banyak air karena kebutuhan air cukup banyak guna kebutuhan MCK sekaligus untuk ketersediaan para tamu/peziarah yang menginap di rumahnya.

Sementara Warlan, penjual air musiman mengatakan, dalam sehari dirinya dapat mengangkut 12 drum berisi air. Pengirim menggunakan mobil pick up miliknya sesuai dengan pesenan warga, sementara dalam sehari dirinya dapat mengangkut pesenan air sebanyak 5 kali pengiriman. (Mz)