Warga memasang sejumlah spanduk menolak rentenir masuk kampungnya

Jejak Tasela - Sejumlah Spanduk bertuliskan Penolakan Keras Praktek dan Pelaku Rentenir dipasang warga Kp. Panyalahan, Desa Pamijahan, Kec. Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya sejak beberapa waktu.

Selain bertuliskan penegasan penolakan, dalam spanduk tersebut juga tertera tanda tangan sejumlah tokoh dan perwakilan warga sebagai bukti keseriusan mereka dalam memerangi rentenir yang masuk ke wilayahnya.

Seperti yang disampaikan Ust Aar Munawar, salah satu tokoh agama sekaligus tokoh muda Kp. Panyalahan yang menjadi inisiator gerakan anti rentenir ini enjelaskan, langkah tegas yang dilakukan warga Kp. Panyalahan berdasarkan sejumlah kejadian yang diakibatkan oleh praktek rentenir yang dilakukan sejumlah orang yang mengaku dari koperasi simpang pinjam (Kosipa).

Menurut Aar, kejadian yang berdampak langsung dari praktek rentenir adalah kerap terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga, akibat saat istri meminjam uang dari rentenir tanpa sepengetahuan suaminya.

"Selain merusak tatanan perekonomian warga, dampak langsung lainnya adalah kerap terganggunya keharmonisan rumah tangga sejumlah warga akibat praktek rentenir," kata Aar, Rabu (6/11/2019). 

Sementara Kepala Dusun Panyalahan Ecang mengaku sangat mendukung langkah sejumlah tokoh beserta warga untuk menolak praktek rentenir di daerahnya. Menurutnya pinjaman uang dari rentenir sangat menggangu gerak ekonomi sekaligus merusak citra Desa Pamijahan sebagai daerah religi.

"Yang kami larang adalah praktek pinjeman dari rentenir yang tak memiliki badan hukum jelas, namun untuk pemanfaatan jasa bank resmi kami tidak mempermasalahkan karena aturan dan mekanismenya jelas," tegas Ecang. (Mz)