Kang Yayat Hidayat

Penulis : Kang Yayat Hidayat 

Kabupaten Tasikmalaya yang dengan luas 2.063,35 km2 dibagi dalam 39 kecamatan dengan jumlah penduduk 1.754.128 jiwa. Di kelilingi dengan sumber daya lautan , perkebunan, wisata, home industry serta lingkugan pesantren dan santri yang merupakan sumber daya yang sangat bernilai tinggi.

Sumber daya tersebut harus terus kita olah bersama untuk menjadi manfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua khususnya warga Tasikmalaya. Sumber daya tersebut perlu kita olah dan benahi dengan cara dan menu terbaik supaya mendapatkan hasil yang maksimal pula, diantaranya menyambungkan antara sumber daya yang kita miliki dengan pihak lain yang membutuhkan, antara penjual dan pembeli, antara yang memiliki jasa layanan dengan yang membutuhkan layanan, antara yang membutuhkan modal dengan para investor, begitulah kehidupan dan tugas kita untuk saling menyambungkan seperti halnya kehidupan diwajibkan untuk bisa bersilaturahmi.

Saya ambil kata connecting, artinya menghubungkan. Mari kita olah sumber daya kita ini dengan cara menghubungkan-hubungkan yang belum tersambung supaya menjadi tersambung, sehingga akhirnya rezeki dan informasi pun mengalir kedua arah. Berikut adalah peta untuk kita mulai benahi Tasik dari sekarang apalagi menjelang awal tahun 2020 harus sudah segera kita persiapkan dengan matang (ada di foto).

Connecting infrastructure

Inilah point paling vital dalam urusan mempermudah jalannya ekonomi, diperlukan keterhubungan antar wilayah di Tasikmalaya dan keluar Tasikmalaya. Kita sadari akses kedalam Kab. Tasikmalaya saat ini yakni dari luar kota melalui jalur provinsi Nagreg-Garut-Singaparna atau melakui Nagreg-Tasik kota-Singaparna.

Begitu berat tantangan perjalanan menuju Kab Tasikmalaya dengan jarak tempuh yang jauh dan medan yang berkelok-kelok. Dengan kata lain pintu masuk Kab. Tasikmalaya paling di dominasi melalui jalur darat via Nagreg ini, meskipun akhir-akhir ini jalur udara sudah dibuka melalu kota Tasikmalaya hanya saja tarif yang masih relatif tinggi dan jumlah penerbangan yang terbatas masih menjadi kendala.

Ada 4 gate strategis yang diidam-idamkan bisa menjadi alternatif solution masa depan untuk menggerakan perekonomian Kab. Tasikmalaya.

1. Jalur Tol Cigatas

Semoga ini menjadi pemecah masalah dari kendala jalur transportasi darat menuju Kab Tasikmalaya saat ini. Diharapakan jalur Cigatas ini bisa melalui daerah Kab Tasikmalaya selatan, sehingga bisa menjadi pintu gerbang Priangan  Timur. Dengan adanya tol Cigatas ini di harapakan bisa menghemat waktu tempuh dari Bandung-Cileunyi menuju Kab. Tasikmalaya lewat jalur selatan. Dengan berkurangnya jarak dan waktu tempuh serta jalanan yang mulus akan semakin memperlancar dan mempercepat distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, industri dan juga pariwisata di Kab Tasikmalaya.

Tol Cigatas adalah harapan terdekat saat ini untuk menuju perubahan dan pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya, semoga Tol Cigatas bisa segera terwujud dalam jangka waktu 2-3 tahun kedepan.

2. Dermaga Pantai Selatan Cipatujah 

Selain jalur darat di atas, impian masyarakat Kab. Tasikmalaya khususnya para nelayan untuk memiliki dermaga semoga bisa terwujud. Dengan adanya dermaga semoga semakin terbuka pintu-pintu sumber daya Kab. Tasikmalaya yang selama ini begitu banyak halangan. Dengan dermaga ini bisa dipastikan Kab. Tasikmalaya bisa menjadi pintu gerbang Jawa Barat melalui laut. Bisa kita bayangkan jika melalui dermaga ini akan semakin mempercepat pula distribusi barang dan jasa ke luar wilayah Tasikmalaya. Seperti halnya hasil produksi nelayan, petani, pengrajin.

Kita ingat betapa banyaknya pengrajin seperti anyaman, bordir busana muslim yang sudah banyak di kenal di Jakarta atau bahkan keluar negeri. Dengan adanya dermaga ini yakin bisa membuka Kab. Tasikmalaya sebagai pintu gerbang perekonomian di Jawa Barat. Semoga akhirnya warga Tasikmalaya bisa “mernah” menjadi tuan rumah di kampung sendiri.

3. Bandar Udara Cipatujah 

Seperti halnya impian dermaga diatas, usulan untuk Kab. Tasikmalaya segera memiliki bandar udara komersial kecil yang mungkin cukup bisa di 1-2 pesawat terbang bisa mendarat bersamaan cukup dengan memiliki landasan pacu sepanjang 2,799 meter, lebar 45 meter (9183 ft × 148 ft) seperti halnya Lanud Wiriadinata di Cibeureum Kota Tasikmalaya. Dengan jalur udara ini, saya yakin bisa mendobrak pariwisata di selatan Tasikmalaya, seperti laut Cipatujah, kebun teh Taraju, air terjun dan lainnya.

4. Jalur Kota Tasikmalaya 

Akses melalui jalur ini merupakan jalan utama saat ini, jika datang dari arah kota Tasikmalaya melalui Nagreg dan akan berakhir di kota Ciawi atau Rajapolah. Dari Rajapolah akan masuk ke Kota Tasik lalu ke Singaparna melalui daerah Mangkubumi atau dari Ciawi bisa akses melalu jalur Cisinga, yakni jalan alternatif yang bisa tembus langsung ke Singaparna. Namun, jalur utama ini adalah jalur yang cukup memakan waktu dan medan yang berkelok-kelok. Semoga kedepan akan segera terealisasi jalur Tol Cigatas sebagai tambahan dari jalur darat via Nagreg saat ini.

Connecting Desa

Jika tadi kita membicarakan bagaimana menyambung jalur darat dan udara menuju kabupaten Tasikmalaya melalui infrastruktur jalan, sekarang kita membahas bagaimana kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui jalur infrastuktur telekomunikasi. Connecting Desa kita sebut istilahnya, yakni menghubungkan desa dengan dunia informasi luar melalui insfrastruktur telekomunikasi dengan sinyal frekuensi 2G/3G/4G BTS, VSAT atau dengan Wifi 2.4GHz.

Infrastruktur tersebut bisa di bangun oleh para penyelenggara internet dan operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, XLAxiata, Hutch 3, Smartfren atau penyedia jasa internet lainnya seperti Moratelindo. Saya yakin dengan keterbukaan akses telekomunikasi dan internet di setiap desa akan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar. Apalagi ada kewajiban pemerintah yang kita sebut Universal Service Obligation (USO). 

USO ini adalah untuk mengatasi kesenjangan teknologi informasi, mendukung kegiatan perekonomian, memantapkan pertahanan dan keamanan, serta mencerdaskan bangsa melalui teknologi informasi dan komunikasi. Target program USO adalah wilayah pelayanan universal yang meliputi daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah perintisan, dan daerah yang belum mendapatkan akses atau jaringan telekomunikasi. Program ini melibatkan pengusaha khususnya operator telekomunikasi dalam peningkatan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Satu lagi program yang bisa di lakukan secara mandiri oleh desa setempat adalah program 1 (satu) wifi per RT/RW. Sangat diharapkan program ini bisa menjangkau wilayah pedesaan setidaknya 1 (satu) RT/RW sudah memiliki free wifi untuk warga desa. Dengan adanya free wifi setiap RT yang bisa di tempatkan di balai desa atau 1 ( satu) Wifi access point (AP) radius 300 m2 bisa memberikan manfaat kebebasan mengakses ilmu dan informasi yang dibutuhkan warga desa, para pelajar di desa bisa merasakan hal yang sama dengan ilmu dan pendidikan yang di akses oleh pelajar yang ada di kota. 

Para pengrajin atau UMKM bisa melakukan hal yang sama dengan pengusaha yang ada di kota dengan berjualan online. Yang pada akhirnya program 1 (satu) wifi per RT/RW bisa meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran satu desa. 

Connecting Jobs

Oke, diatas kita sudah membicarakan bagaimana layer fundamental/dasar untuk menghubungkan Kab. Tasikmalaya dengan wilayah luar/global internet. Tanpa infrastruktur dasar diatas akan sulit dan berat untuk bisa meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan yang lebih merata sampai ke pelosok Kab Tasikmalaya. Disini kita akan membicarakan hal lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sarana internet/wifi per RT/RW/Desa, seharusnya jendela desa sudah terbuka dengan dunia luar. Artinya sumber informasi akan semakin mudah di akses meskipun kita berada di pedesaan. Mari disini kita membicarakan berapa banyak resource/sumber daya manusia misalnya para pencari kerja level S1 atau pun di bawahnya bisa terhubungkan dengan jumlah lowongan pekerjaan melalui internet. 

Hal lain yang bisa di kembangkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Tasikmalaya adalah membangun software aplikasi untuk menampung para pencari kerja utamanya para pekerja lepas seperti petugas kebersihan/buruh/tukang bangunan/service AC/pembantu rumah tangga/penjahit/tukang cukur bisa terhubung dengan para pencari jasa layanan tersebut. Aplikasi ini bisa di kelola oleh pemda setempat. Mekanisme bisa dilakukan seperti para buruh/tukang bangunan bisa di kelompokan dalam satu group per desa, Order dan wilayah pekerjaan bisa di sesuaikan dengan lokasi terdekat dari si pencari layanan dengan buruh/tukang bangunan tersebut. 

Selain aplikasi tersebut, hal lain yang harus dikelola oleh Pemerintah  Daerah Tasikmalaya yaitu memaksimalkan balai latihan kerja (BLK) untuk layanan-layanan seperti diatas, misalnya tukang bangunan, pemda setempat sebaiknya memberikan bekal pelatihan dan standarisasi serta sertifikasi sehingga akan muncul standarisasi layanan dan akhirnya tarif pun bisa di standarisasi, sehingga akan muncul pemerataan kerja serta kepuasaan pelanggan akan semakin meningkat. 

Peran pemerintah daerah sangat penting disini untuk bisa menjalankan aplikasi ini secara end to end sehingga akhirnya akan terwujud #tasikonline job. 

Connecting Markets 

Tasik online kedua adalah membangun pasar untuk warga Tasik berjualan, nah pasar disini bukanlah di dunia nyata tapi di dunia maya alias internet. Pasar online saat ini sering disebut dengan market place. Definisi Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko. Sebenarnya online marketplace memiliki konsep yang kurang lebih sama dengan pasar tradisional atau mall / dept store. Dimana di dalam mall akan terdiri dari beberapa toko atau kios/lapak orang untuk berjualan di mall tersebut. 

Kenapa kita membutuhkan atau mengelola marketplace khusus untuk warga Tasikmalaya ? karena Tasikmalaya sangat kaya dengan home industry atau UKM seperti kerajinan anyaman Rajapolah, Bordir dan busana muslim dari Kawalu, kelom geulis, hasil ternak dan hasil pertanian, juga hasil produksi dari para santri atau pesantren yang bisa di pasarkan secara eceran atau grosiran. 

Strategi marketing dan pemasaran melaui Market place ini bisa dilakukan dengan dua cara yang bisa dilakukan oleh pemda Tasikmalaya. 

  1. Kerjasama dengan marketplace yang sudah popular saat ini seperti bukalapak, tokopedia, blibli
  2. Membangun marketplace/toko online aplikasi sendiri dan mengelola sendiri 

Untuk memilih mana yang terbaik diatara dua pilihan diatas, seperti halnya di dunia nyata, jika kita berjualan di tempat sendiri dan apalagi sepi pengunjung maka akan sulit meningkatkan penjualan, sehingga strategi paling tepat saat ini bisa melakukan kerjasama operational dan pemasaran antara pemda dengan perusahaan marketplace seperti strategi nomor 1 (satu). Strategi nomor satu disarankan memiliki domain khusus dibawah domain/website tokopedia atau bukalapak. 

Bisa kita namakan lapak khusus Tasikgrosir atau pasar tasik. Peran pemda setempat disini adalah: 

  • Bekerjasama/partnership dengan marketplace
  • Mengelola UKM untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi productnya
  • Memberikan bimbingan pengelolaan keuangan
  • Mempromosikan product dan menghubungkan dengan para investor
  • Serta membantu perizinan product supaya siap dijual

Dengan dibangunnya kerjasama marketplace disini diharapkan Tasikmalaya bisa menjadi sangat terkenal dengan produknya dan menjadi pusat perdagangan yang semakin terkenal di Indonesia atau bahkan se-ASEAN.

Connecting Services 

Ada beberapa initiative #tasikonline lain, yakni di bidang services atau layanan jasa. Services disini untuk lebih mengoptimalkan dan mempromosikan suatu produk/jasa/resource yang berada di Kab Tasikmalaya. Contohnya kita punya wisata alam Gunung Galunggung, Laut Cipatujah. Pemda harus bisa mempromosikan wisata dengan cara digital atau #tasikonline. Dengan #tasikonline tak ada batasan informasi lagi. 

Peran pemda untuk connecting services disini adalah : 

  1. Membuat paket wisata dengan itenary digital yang sudah di pilihkan tempat-tempat unggulan wisata di kab Tasikmalaya.
  2. Membuat digital marketing untuk wisata alam beserta lokasi kulinari khas Tasikmalaya
  3. Membuat website/aplikasi online travel dan kuliner yang bisa di kelola sendiri oleh pemda. 
  4. Pemda bisa melakukan kerjasama dengan para pihak perusahaan yang memberikan layanan wisata seperti hotel dan akomodasi transport. 

Dengan pemda membuka kerjasama dengan pihak swasta diharapakan layanan jasa dan wisata di Tasikmalaya bisa terus meningkat. Connecting services ini bisa menghubungkan dan mempromosikan tempat-tempat unggulan yang ada di Tasikmalaya dengan masyarakan luar Tasikmalaya. 

Connecting Logistic 

Penunjang lainnya yang sangat vital adalah jasa logistic. Dengan #tasikonline akan memunculkan kebutuhan baru bagi para pelaku ekonomi khususnya para UKM. Para UKM sangat membutuhkan jasa layanan logistic untuk mengirimkan pesanan-pesanan mereka ke para konsumenya. Setelah infrastruktur jalan diatas terhubung, maka jasa layanan logistic pun akan semakin meluas seiring dengan kekuatan infrastuktur jalan dan #tasikonline sehingga akhirnya semua terhubung. Peran pemda disini bisa mengoptimalkan keberadaan Pos dan Giro sebagai garda terdepan untuk menyambungkan antara penjual dan pembeli.