Kadisdik Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi

Jejak Tasikmalaya - Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menduga ada pihak atau oknum yang meretas running text di SDN Galunggung.

"Bisa saja, harus ahli IT yang menjelaskannya. Logika sederhana we, kalau pihak sekolah atau kepsek sengaja melakukan itu dengan tujuan kampanye,  bunuh diri atuh. Bisa pihak lain nu tujuanna ngajatuhkeun sakola atau kepsekna," tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiman Sanusi saat dihubungi jejakjabar.com, Minggu (10/3/2019).

Menanggapi kejadian ini, pihaknya mendorong kepada Panwaslu untuk menelusuri secara internal. Apabila ada ASN atau pihak sekolah yang terlibat tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Disdik maupun pihak sekolah, kata dia, tidak menutup kemungkinan melaporkan ke kepolisian.

"Kemungkinan besar kita korban bisa saja melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. Tadi malam pun kepsek sudah melaporkan ke Polsek setempat dan langsung ke TKP," tandas Budiaman.

Diberitakan sebelumnya, Sabtu (9/3/2019) malam, running text di SDN Galunggung tiba-tiba berubah format dari tulisan Selamat Datang di SDN Galunggung menjadi Prabowo-Sandi. (Dwi)