Anggota BPC HIPMI Kab. Tasikmalaya yang turut dalam Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang usai ikuti rapid test

Jejak Tasikmalaya - 10 anggota BPC HIPMI Kab. Tasikmalaya yang menjadi delegasi dalam Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang, 8-11 Maret 2020 yang lalu dinyatakan negatif Covid-19. Hal itu diketahui setelah dilakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan Kab. Tasikmalaya di Sekretariat HIPMI Kab. Tasikmalaya Jl. Pahlawan KHZ Musthafa, Singaparna, (30/2/2020). 

Rapid test dilakukan karena Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang menjadi salah satu kluster penyebaran wabah virus Corona. 

"Pasca ditetapken menjadi kluster, pasca Musda HIPMI Jabar oleh Gubernur Jabar ada rasa was-was dan tekanan psikologis bagi anggota HIPMI yang ikut musda. Karena tekanan yang cukup signifikan, kita menjadi bulan-bulanan scara psikis dan dikucilkan secara sosial," ungkap Ketua HIPMI Kab. Tasikmalaya Asep Dzulfikri, SE. 

Dikatakannya, kegiatan HIPMI berlangsung tanggal 8-11 maret sebelum ditetapkan darurat virus corona di Indonesia. 

"Alhamdulillah 10 orang delegasi BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya hasilnya negatif. Kita berharap status ODP bagi anggota HIPMI yang hadir di Musda Jabar yang dikeluarkan oleh Ridwan Kamil dicabut dan diviralkan ke publik karena itu merusak citra pribadi dan organisasi," ujarnya. 

Atas kejadian itu, lanjut Asep, para delegasi merasa dikucilkan dan orang lain menjadi sentimen. Hal itu merusak psikologis secara pribadi. 

"Kami harapkan setelah ada rapid test dari Dinas Kesehatan semua kembali lagi normal dan tidak ada stigma negatif," ucapnya. (Dwi