205 miras berbagai merk berhasil di sita Polres Tasikmalaya

Jejak Tasikmalaya - Rina Purnamasari, seorang ibu muda di Kec. Cikatomas, Kab. Tasikmalaya nekat menjadi penjual minuman keras alias miras. Akibatnya, wanita 27 tahun yang kini tengah berbadan dua tersebut harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Kamis (9/4/2020), Rina digerebek anggota polsek setempat. Kepada petugas Rina mengaku, dirinya nekat menjual miras lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi.

Saat penggerebekan, petugas menemukan 136 botol minuman keras merek luar negeri seperti Whisky, Vibe, Mansion, Iceland, Smirnoff termasuk McDonald yang disimpan di salah satu sudut rumah.

"Anggota kita turun kelapangan setelah dicek ternyata ibu ini jual miras merek luar negeri. Tapi kita belum bisa pastikan apakah miras ini asli atau palsu sebab harus uji lab dan pemeriksaan lanjutan" kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana Sik, saat rilis di Makopolres Tasikmalaya, senin siang (13/04/2020).

Kapolres menyebutkan, terdesak kebutuhan ekonomi menjadi alasan si perempuan yang tengah hamil tersebut berjualan barang haram. Pengakuan pelaku, dirinya mendapatkan miras-miras tersebut dari seorang pedagang asal Bandung yang kini dalam pengejaran polisi.

"Ini penjualnya dari Bandung, dan kita terus dalami siapa saja yang terlibat. Yang jelas pelaku mengaku dapat untug Rp 30 sampai Rp 50 ribu dari setiap botol," papar Hendria.

Tak hanya mengamankan miras, petugas juga mengamankan minuman keras merek lokal yang dijual seharga Rp 80 ribu per botolnya. Total dari tiga pelaku yang berhasil dibekuk, disita 205 botol miras berbagai merek.

"Oprasi Miras ini sengaja digencarkan jelang Bulan Suci Ramadhan untuk menjaga kesucian dan kekhidmatan umat. Juga sebagai upaya antisipasi jatuhnya korban jiwa akibat miras oplosan. Pokoknya kita akan semakin gencar dan tak segan menindak siapa saja yang berani jual miras" tandas AKP Siswo Tarigan, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, menambahkan.

Siswo Tarigan memastikan, para pelaku tidak akan dikenakan pidana ringan melainkan pidana berat. Hal itu agar menimbulkan efek jera. Adapun pelaku bakal dijerat UU Perdagangan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Piter