Taman air mancur median Jalan KHZ Musthafa kerap mati

Jejak Tasikmalaya - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Tasik mengeluhkan biaya pemeliharaan taman tahun anggaran (TA) 2019 yang hanya Rp 900 jutaan. Menurutnya, nominal sebesar itu tidak sebanding dengan beban pekerjaan yang harus digarap. Keinginan mereka, biaya pemeliharaan dua kali lipat dari alokasi saat ini.

"Alokasi untuk biaya pemeliharaan taman tahun ini sebesar Rp 900 juta, terdiri dari Rp 600 juta untuk biaya PHL (pegawai harian lepas) dan Rp 300 juta untuk pemeliharaannya," kata Kepala Bidang Taman dan Makam di Dinas PRKP Dedi Hermawan.

Idelanya, tutur Dedi, alokasi untuk pemeliharaan taman dua kali lipat atau sebesar Rp 600 juta. Oleh sebab itu, pihaknya mengakui kalau pemeliharaan taman sejauh ini masih belum optimal. Misalnya pemeliharaan taman air mancur yang di median jalan HZ dan Bundaran Linggajaya yang kerap mati.

"Apalagi tahun depan ada taman-taman baru di Kota Tasik yang secara otomatis akan menjadi beban pemeliharaan," ujarnya.

Dedi juga mengaku, dirinya sudah menyampaikan keluhan anggaran tersebut ke pemkot melalui pak kadis.

Ditanya item apa saja yang jadi sasaran pemeliharaan, Dedi menjawab, "Penggantian tanaman yang mati, air untuk menyiran tanaman serta penggantian dan/atau perbaikan nozzle air mancur,". (Piter)