Seorang pengunjung sedang menikmati pesona Curug Pamutuh

Jejak Tasikmalaya - Berbicara tentang pesona alam Kabupaten Tasikmalaya seolah takan ada habisnya. Apalagi jika yang diexplore adalah curug (air terjun). Maka tak ayal jika banyak yang menyebut kalau Kab. Tasikmalaya adalah kawasan seribu curug. Salah satu curug yang ada di otonomi daerah yang memiliki luas wilayah 2.713 kilometer persegi tersebut adalah Curug Pamutuh.

Curug Pamutuh terletak di Desa Linggamulya, Kec. Leuwisari. Curug ini berada persis di lereng Gunung Galunggung. Jika pengunjung dari arah Kota Tasikmalaya beniat ke sini, bisa mengambil Jl. Bantar menuju arah Gunung Galunggung. Di Pasar Tawangbanteng, belok kiri ke arah Jl. Cisinga. Sesampainya di Simpang Cisinga, ambil jalan lurus. Kurang dari 20 menit (menggunakn sepeda motor) maka kita akan sampai di tempat parkir.

Selepas itu, pengunjung masih harus berjalan sekitar setengah jam untuk bisa sampai curug. Menyusuri jalan setapak, naik-turun dengan medan yang cukup terjal. Pengunjung harus betul-betul ekstra waspada, sebab, di beberapa titik jalan setapak yang cukup licin, sisi kanannya adalah tebing sedalam 20 meter.

Jika sudah mau sampai ke curug, pengunjung akan menyusuri sungai dengan bebatuan besar yang mana, air sungai itu berasal dari muntahan Curug Pamutuh. Di perjalanan, pengunjung juga bisa rehat sejenak, dengan berendam atau bahkan berenang dulu lantaran ada beberapa spot sungai dengan kedalaman yang cukup untuk berenang.

Rasa lelah selama perjalanan seketika akan sirna sesampainya di lokasi tujuan. Suasananya yang sejuk, kicau burung yang saling bersahutan, suara gemericik air dan merdunya suara dedaunan yang disapu angin membuat nyaman hati. Ditambah dinginya air curug yang kontan menebus mahalnya perjuangan.

Bagi yang hendak ke Curug Pamutuh, baiknya mengajak warga sekitar untuk dijadikan pemandu di perjalanan. Pengunjung takan kesulitan mencari masyarakat yang mau dijadikan jasa guide. Harganya pun relatif murah. Sesuai kesepakatan. Untuk yang suka nasi liwet, jangan khawatir. Ada warga sekitar yang siap memasaknya. Beberapa warga di sini memang sudah terbiasa meladeni pesanan nasi liwet dari pengunjung Curug Pamutuh. (Piter)