Dengan alat seadanya warga berusaha memadamkan api

Jejak Tasela - Diduga akibat konsleting listrik dari salah satu rumah, sebanyak tujuh rumah milik warga Kp. Kaca-kaca RT 01/02 desa Pamijahan kec. Bantarkalong Kab. Tasikmalaya hangus dilalap si jago merah, Jumat (17/8/2018).

Ketujuh rumah tersebut berada disatu komplek yang dijadikan pemiliknya sebagai tempat tinggal dan tempat berjualan pada jalur ziarah. ketujuh rumah itu milik Heri, Nandang, Iin, Ari, Toto, Irwan dan bangunan majelis pengajian.

Kedatangan Mobil damkar milik Pemkab Tasikmalaya yang tiba di lokasi berhasil memadamkan kobaran api namun tidak serta merta dapat menyelamatkan bangunan dan seisinya. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dari keterangan sejumlah saksi mata, kejadian kebakaran diketahui pukul 16.30 WIB dan berawal dari rumah/jongko (tempat berdagang Boneke-red) milik salah satu korban. Dalam sekejap api langsung membesar dan merembet kesejumlah rumah/jongko lainya yang berada disampingnya.

"Saat mendapati ada kobaran api, warga langsung berusaha memadamkanya, namun karena banyaknya bahan yang mudah terbakar, api langsung membesar hingga membakar tujuh rumah, selain itu lokasi yang sempit juga menyulitkan warga untuk padamkan api," jelas Euis, seorang saksi.

Sementara Jajang, warga lainya menjelaskan selain banyaknya bahan yang mudah terbakar, hembusan angin yang besar hingga lokasi yang sulit juga jadi kendala upaya warga memadamkan api apalagi hanya menggunakan alat seadanya.

"Alhamdulillah api dapat dipadamkan, pasalnya pada lokasi ini merupakan komplek rumah/jongko yang berjejer sepanjang jalan menuju lokasi ziarah," pungkasnya. (Mz)