Memasuki musim kemarau, debit air Sungai Citanduy mulai menyusut

Jejak Banjar - Bencana kemarau mulai melanda beberapa daerah di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat, khususnya di Kota Banjar, dimana debit air Sungai Citanduy mengalami penyusutan yang sangat cepat. Ribuan hektar sawah di Kota Banjar, Ciamis hingga Kab. Cilacap Jawa Tengah terancam kekeringan.

Pantauan jejakjabar.com di Bendung Dobo milik BBWS Citanduy tepatnya di Kec. Pataruman, Kota Banjar, akhir pekan kemarin, tampak terlihat jelas dasar sungai Citanduy terlihat, namun dibagian bendungan atau pintu air, air tetap masih mengalir, namun tidak seperti biasanya. Aliran tersebut disaluran untuk irigasi ke Lakbok Kabupaten Ciamis, dan Jawa Tengah.

Menurut Sutinggal, Bagian Operasi dan Pemeliharaan (OP) sungai BBWS Citanduy menjelaskan, penyusutan debit permukaan air Sungai Citanduy sangat tinggi sejak pertengahan bulan Juli, hingga saat ini penurunanya juga lebih signifikan. Debit air Sungai Citanduy di Bendung Dobo tinggal hanya tinggal dibagian bendungan, sementara ke bagian sungai tampak menyusut.

"Jika kemarau terus menerus maka debit air Sungai Citanduy akan terus menyusut, bisa mengakibatkan area pesawahan yang dialiri irigasi akan kering," ujar Sutinggal.

"Apabila tidak ada hujan, otomatis debit akan semakin mengecil. Apalagi sampai saat ini bagian hulu Sungai Citanduy juga tidak ada hujan," tambahnya.

Lanjutnya, saat ini belum memasuki musim tanam, sehingga kebutuhan air untuk irigasi tidak banyak. Selain menjadi andalan pengairan untuk persawahan, air Sungai Citanduy juga sumber air bagi PDAM baik di wilayah Ciamis maupun Kota Banjar. Sementara untuk persawahan di wilayah Lakbok selatan seluas 4.616 hektar, Kec. Sidareja, Kab. Cilacap  seluas 9.614 hektar dan Cihaur seluas 11.923 hektar. (Degum)