Komoditas Program Sembako

Jejak Tasikmalaya - Uc, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kab. Tasikmalaya diduga menjadi supplier atau pemasok Program Sembako komoditas beras. Dalam menjalankan usahanya itu, Uc yang tercatat sebagai guru di salah satu SD di Kec. Jatiwaras tidak turun langsung. Ia memerankan Ind, untuk grassroot ke lapangan.

Informasi yang dihimpun, Uc jadi supplier Program Sembako untuk tiga desa di Kec. Jatiwaras: Desa Kertarahayu, Mandalahurip dan Mandalamekar serta semua desa yang ada di Kec. Gunungtanjung. Dan itu sudah berlangsung cukup lama.

Koordinator Daerah Program Sembako Kab. Tasikmalaya, Sukri, mengaku sempat mendengar keterlibatan Uc dalam program yang didanai APBN ini. Kata Sukri, pihak Dinas Sosial malahan sampai menegur Uc.

"Muhun (ditegur) ang,,tos menyatakan mundur," kata Sukri.

Keterlibatan Uc dalam Program Sembako di Kab. Tasikmalaya, dikuatkan oleh Rustandi alias Darus, bandar beras. Darus mengaku dirinya rutin memasok beras kepada Uc untuk kepentingan Program Sembako.

Di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, memang tidak mengatur secara tegas larangan bagi PNS untuk berwirausaha. Tapi, PNS wajib mendapat izin tertulis dari atasannya apabila memiliki kegiatan usaha.

Atasannya tersebut dapat menolak permintaan izin atau persetujuan yang dimaksud apabila pemberian izin atau persetujuan itu akan mengakibatkan ketidaklancaran pelaksanaan tugas dari yang bersangkutan atau dapat merusak nama baik instansinya.

Dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan, Uc menampik kalau dirinya jadi supplier.

"Waalaikumsalam wr wb.. sanes abdi cv maju maluya tos teu aktip... manawi kmh ang?," balasnya, Senin (11/5/2020) pukul 18:23 WIB.

Ditanya apa benar dirinya pernah ditegur pihak Dinas Sosial serta benarkah pengakuan Darus bahwa Darus rutin memasok beras kepadanya untuk kebutuhan Program Sembako, Uc bergeming. Hingga berita ini dilansir, Uc tak kunjung membalas. (Piter)