Pihak manajemen Asia Plaza Hiban, Dewan Pembina Gabrutas Nanang Nurjamil, Store Suprvisor Eiger AP Mega Fitri

Jejak Tasikmalaya - Viral di media sosial, PT Eigerindo Multi Produk Industri atau Eiger yang terkenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penjualan perlengkapan petualangan dan daki gunung ini, diduga tidak memperbolehkan karyawatinya berhijab.

Hal itu berdasar pengakuan dari salah seorang karyawati yang namanya enggan disebutkan. Dimana, empat bulan kebelakang, karyawati tersebut telah mengajukan agar diperbolehkan berhijab saat bekerja. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak perusahaan. 

Dugaan itu menguat setelah ada informasi lain, tentang adanya Standar Operational Procedure (SOP) yang melarang berhijab saat bekerja. 

Mendapat informasi itu, Gabungan Barudak Tasikmalaya (Gabrutas) berinisiatif meminta klarifikasi kepada manajemen Eiger yang membuka gerai di lantai dasar Asia Plaza. 

Dewan Pembina Gabrutas, Nanang Nurjamil mengungkapkan, apabila benar ada larangan seperti itu, jelas, perusahaan telah melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 5, 6 dan 80. Juga, Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya.

Tak hanya itu, perusahaan yang mempunyai SOP seperti itu, melanggar UU Nomor 39 Tahun 1999 pasal 22 tengang Hak Asasi Manusia.

"Dan berbenturan dengan Surat Edaran Kemenaker Nomor 60 Tahun 2006 tentang equality, employment dan oportunity tentang panduan, kesempatan dan perlakuan yang sama dalam pekerjaan. Jadi tidak boleh diskriminatif terkait suku, rasa, agama," terang pria yang akrab disapa Kang Jamil itu. 

Apabila terbukti melakukan diskriminatif, lanjutnya, melanggar UU Nomor 13 Tahun 2003 pasal 80, 185 dengan sanksi denda Rp 100-400 juta dan ancaman penjara 1-4 tahun. "Tidak main-main sanksinya," tegas Kang Jamil. 


"Ini kejadian kedua kali, sebelumnya Hokben (Hoka Hoka Bento). Selalu mereka alasannya bukan melarang berhijab, tetapi tidak ada SOP. Orang mau ibadah koq harus pakai SOP," sindirnya. 

Menanggapi hal itu, Store Supervisor Eiger gerai Asia Plaza, Mega Fitria menepis terkait informasi yang beredar. Ditegaskannya, tidak ada larangan karyawati untuk berhijab.

"Balik lagi ke diri kita. Disini pun sempat ada karyawati yang pakai kerudung," ujarnya.

Terkait adanya pengajuan seorang karyawati untuk diperbolehkan berhijab, Mega pun menepis, pihaknya belum pernah menerima pengajuan tersebut.

"Pernah (ada pengajuan) itu pun saat meeting. Kita memperbolehkan untuk berjilbab. Dan kita tidak ada larangan. Ini tidak boleh," tandasnya. 

Setelah mendapat klarifikasi baik dari pihak manajemen Eiger dan Asia Plaza, pihak Grabutas meminta Eiger untuk membuat surat pernyataan tentang tidak adanya larangan berhijab bagi karyawati.

Diatas materai, Store Supervisor Mega Fitria menandatangani surat pernyataan itu, saksi Nanang Nurjamil dan manajeman AP yang diwakili, Hiban, pun sama, membubuhkan tanda tangan. 

"Saya mengapresiasi sudah ada itikad baik dan itu apalagi ditandatangani diatas materai. Kalau melanggar, dua kali pelanggaran. Hati hati tanda tangan diatas materai. Disaksikan pihak AP. Syukur nanti kita lihat realisasinya seperti apa," tutur Kang Jamil. (JD