Narasumber sedang memaparkan materi dalam diskusi yang digelar KP2SM Jabar

Jejak Sukabumi - Konsolidasi dan Diskusi Komite Pergerakan Pemuda Santri dan Mahasiswa Jawa Barat (KP2SM Jabar) menggelar diskusi bertema Mengawal Pilgub Jabar yang Damai Demokratis dan Mencari Sosok Pemimpin Jabar Kedepan Ditengah Kompleksitas Permasalahan dan Tantangan Perubahan Zaman di Cafe Maujaka Tambah, Kab. Sukabumi, (8/3).

Sekitar 50 peserta mendengarkan pemaparan dari pemateri Wahyu Ginanjar., S.Pd (Tokoh Ulama Muda - Mantan Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi Periode 2015-2016), Saepul Bayan Ketua Komis 4 DPRD Kab. Sukabumi, perwakilan dartai PDIP, Ade Nurpriatna., M.Ud ( Dosen STAI Kharisma Cicurug Sukabumi) dan dimoderatori Muhammad Ilyas R.

Rangkuman dari seluruh materi Dituturkan Koordinator KP2SM Jabar Dede Heri, mengajak agar Pilgub Jabar sebagai momentum demokrasi, harus menjadi pesta demokrasi rakyat, bukan pesta elit politik semata. Rakyat menentukan pilihan dan nasib untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Jawa Barat ke depan. 

Pilgub Jabar, lanjutnya, jangan hanya sekedar menjadi prosedur demokrasi penggantian kekuasan tetapi harus memiliki subtansi demokrasi untuk melahirkan pemimpin terbaik bagimasyarakat Jawa Barat.

Kedepan akan semakin banyak tantangan diera digital, pasar bebas, sehingga dibutuhkan pemimpin yang kuat tegas, berani dalam menghadapi tantangan dari berbagai gempuran kepentingan luar/asing yang akan menguasi Jawa Barat.

Maka oleh sebab itu Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang bisa menghadapi dalam setiap permaslahan dan gempuran yang akan semakin banyak untuk menghancurkan masyarakat Jawa Barat, karena Jawa Barat adalah salah satu daerah sasaran yang dijadikan target oleh faham radikal barat dan radikal timur. 

"Dan di Pilgub Jabar tahun ini membutuhkan sosok figur yang tepat yang mampu menghadapi berbagai permasalahan atau gempuran dari faham-faham radikal," tutur Dede.

Di pilkada serentak umumnya khususnya di Pilkada Jawa Barat yang  semakin hari semakin memanas, kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus mampu menjadi solusi di tengah panasnya Pilkada Jawa Barat. 

"Jangan sampai kita terpropokasi oleh isu-isu yang dibuat oleh para politisi busuk dan tidak bertanggung jawab demi kepentingan kekuasan. Mereka rela mengorbankan rakyatnya sendiri, dan kini ditambah kembali dengan adanya kejadian teror terhadap ulama," paparnya. 

Sehingga Pilkada Jawa Barat semakin panas dan membuat keadaan di masyarakat menjadi semakin resah. 

"Mari kita kawal bersama-sama Pilgub Jabar agar terselenggara dengan aman, damai tanpa adanya kekerasan, supaya bisa melahirkan pigur pemimpin yang mampu untuk menghadapi tantangan zaman atau generasi hari ini menyebutnya sebagai pemimpin zaman now," beber Dede.

Sebelum akhir acara, KP2SM Jabar membagikan santunan kepada anak yatim piatu. (Dwi