KBM tetap dilaksanakan walau kondisi ruang kelas memprihatinkan

Jejak Tasela - Sebanyak 4 kelas SDN 2 Bojongasih, Kab. Tasikmalaya terancam runtuh akibat kerusakan pada bagian atap dan keretakan pada dinding yang  terjadi sejak beberapa tahun silam.

Ruang kelas yang rusak tersebut di bangun pada 2008 dan sampai saat ini belum tersentuh bantuan perbaikan padahal ruang kelas tersebut merupakan tempat satu-satunya untuk kegiatan belajar mengajar. 

Walau kondisi seperti itu, keempat ruang kelas tersebut tetap digunakan untuk kegiatan siswa walaupun kondisinya bangunan sangat membahayakan karena dapat sewaktu-waktu dapat roboh apalagi saat ada gempa bumi. Untuk tetap bisa digunakan, pihak sekolah terpaksa memasang tiang penyangga untuk menahan bagian atap yang telah lapuk pada seluruh bagian kelas.

Plt Kepala SDN 2 Bojongasih Kusyandi menjelaskan, untuk tetap bisa digunakan KBM, pihaknya terpaksa mengganjal dan menopang kayu bagian atap yang telah lapuk, selain bagian atap dan tembok, kerusakan juga terjadi pada bagian lantai.

"Walaupun selalu dihantui kekuatiran ambruknya bangunan, namun kami terpaksa tetap menggunakan ruang kelas yang rusak untuk kegiatan belajar, belum lagi sekolah ini juga kekurangan ruang kelas," jelas Kusyandi kepada jejakjabar.com, Selasa (24/9/2019). (Mz