Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya H Mamat Rahmat

Jejak Tasikmalaya - Calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tasikmalaya yang gagal lolos pada Pileg 2019 lalu kekecewaannya sedikit terobati setelah DPD PAN Kota Tasikmalaya memberikan kompensasi sesuai raihan suara masing-masing caleg.

Kompensasi diserahkan saat Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus beserta Kader PAN Kota Tasikmalaya di Cipatujah Hall City Hotel, Minggu (20/10/2019). Per perolehan suara diberi kompensasi Rp. 7500.

Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya H Mamat Rahmat menerangkan, dalam perhelatan Pileg 2019 lalu, PAN Kota Tasik mempunyai 45 caleg, yang berhasil duduk di DPRD 5 orang. Dalam rakerda dirumuskan, untuk caleg yang dilantik wajib memberikan kompensasi kepada yang tidak dilantik dalam rangka tasyakur binikmat

"Per perolehan suara diberi kompensasi sebesar Rp 7.500. Kalau dihitung, bisa besar, bisa kecil, ada yang cukup, ada yang malah batian, ada yang kurang, itu mah tergantung masakan mereka," ujar Mamat. 

Ditegaskannya, sejak awal proses pencalegan DPD PAN Kota Tasikmalaya tidak memungut biaya alias no rupiah kepada para caleg. 

"Dari awal kami dari jajaran pengurus dalam rangka perekrutan para caleg berinisiatif bahwa dari mulai pencalegan nol rupiah, mulai dari pemeriksaan kesehatan, SKCK, bebas narkoba, tidak pernah dihukum, itu melalui KPPD, mutlak pembiayaan pencalegan itu nol rupiah, ada istilah nu penting mah daek. Jadi, caleg tidak direpotkan kecuali dalam operasional pencalegan, kampanye," jelasnya. 

"Termasuk DPD itu memfasilitasi kepada 45 caleg itu. Tidak ada istilah incubment, tidak ada istilah orang baru semuanya ditanggulangi oleh KPPD. Akhirnya timbul dari mana bisa begitu? Nah, disini DPD menjamin kebutuhan dari kas DPD," tambah Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya itu.

Sementara itu, anggota legislatif periode 2014-2019 Wahidin menyebut kompensasi ini sangat berarti bagi caleg yang kalah walaupun besarannya belum sesuai dengan apa yang telah dikorbankan. 

"Ini sangat berarti bagi caleg yang kalah, itu sebagai penghargaan bahwa ia telah bekerja. Ini sungguh luar biasa, kedepan dapat lebih besar sebab berdasarkan hasil rakernas itu Rp 20 ribu per suara," ujarnya. (Dwi