Aktifis lingkungan H. Ucu Anwar saat sosialisasi pengelolaan sampah

Jejak Tasikmalaya - Sampah. Kata itu tentunya akrab di kuping kita. Ya, sebab, walau bagaimanapun, setiap dari mahluk hidup adalah produsen/penghasil sampah.

Sampah diidentikkan dengan sesuatu yang tak berguna. Bahkan mungkin menjijikan. Tak ayal, sampah kerap kali disingkirkan. Dibuang begitu saja.

Alih-alih membuang sampah, celakanya, bagi pembuang sampah yang tidak bijak justru akan menimbulkan persoalan baru. Misalnya, membuang sampah ke sungai akan menimbulkan dampak bencana banjir.

"Mindset (pola pikir) masyarakat terhadap sampah harus dirubah," ujar H Ucu Anwar Surachman, seorang aktivis lingkungan, saat ditanya pola pikir masyarakat saat ini terhadap sampah.

Ucu mengatakan, jika dikelola dengan baik, sejatinya limbah manusia tersebut sarat akan manfaat. Bahkan bisa memiliki nilai ekonomis.

"Sampah organik maupun non organik jelas ada manfaatnya. Yang organik bisa dijadikan pupuk, yang non organik bisa dijadikan beragam karya. Misalnya taplak meja berbahan dasar bungkus kopi. Dua-duanya jelas memiliki nilai ekonomis," sebut Ucu saat sosialisasi pengelolaan sampah di depan ibu-ibu pengajian Kp. Sindangkasih, Kel. Sukanagara, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Senin (22/1) sore.

Pria yang sejak 1990 peduli terhadap lingkungan ini menambhakan, sejatinya, pengelolaan sampah baik organik maupun non organik itu mudah. Tinggal kembali pada mental masyarakatnya saja: mau atau tidak. (PL)