Sejumlah petani pucuk daun teh saat menjual ke pengepul di wilayah Culamega

Jejak Tasela - Pandemi covid-19 berimbas pada melemahnya harga sejumlah komoditas hasil pertanian, salah satunya adalah harga pucuk daun teh yang saat ini mengalami penurunan cukup signifikan.

Dari informasi yang disampaikan sejumlah petani daun teh asal Kec. Culamega, saat ini pucuk daun teh yang mereka panen hanya dihargai Rp 1.600/kg dari sebelumnya mencapai Rp 2.300/kg di tingkat pengepul.

Nana, petani teh asal Kp. Mekarsari, Desa Cipicung, Kec. Culamega, Kab. Tasikmalaya, menuturkan, sejak terjadinya pandemi covid-19, harga daun pucuk teh di tingkat pengepul terus alami penurunan hingga saat ini harganya hanya Rp.1.600/Kg saja.

Merosotnya harga pucuk daun teh, disebabkan adanya penurunan produksi pengolahan daun teh di sejumlah pabrik yang biasa menerima pucuk daun teh asal Culamega. 

Sementara dari harga saat ini, dirinya mengaku hanya mendapatkan keuntungan Rp 300/kg, karena biaya operasionalnya dihitung mencapai Rp 1.300/kg dengan perinciannya, ongkos petik Rp 400/kg, ongkos angkut Rp 300/kg serta biaya pemupukan dan pemeliharaan mencapai Rp 600/kg.

"Kami berharap pandemi covid-19 segera berakhir, sehingga kami kembali bisa menikmati wanginya harga pucuk daun teh yang menjadi andalan pendapatan kami," kata Nana. (Mz)