Eni Suryeni (tengah) didampingi kuasa hukum Gilang Permana SH (kiri) dan putrinya Visa Kinasya

Jejak Tasikmalaya - Sidang perkara perkawinan diatas perkawinan akan masuk ke agenda putusan yang rencananya akan digelar Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Selasa (23/7/2019). Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Tasikmalaya Yuris Setyaningsih SH MH menuntut terdakwa RAW dua bulan penjara.

Korban Eni Suryeni yang juga istri terdakwa bersama kedua anaknya, Visa Kinasya dan Garda Muhammad Aulia meminta hakim berlaku adil dalam memutuskan putusan tersebut.

"Ya mau tuntutan, mudah-mudahan hakim objektif, bisa melihat konstruksi hukum dan melihat kerugian dari korban. Mudah-mudahan hakim bisa memutus lebih dari tuntutan JPU," tutur kuasa hukum korban Gilang Permana SH didampingi Eni Suryeni bersama kedua anaknya kepada awak media, Minggu (21/7/2019) malam.

"Memang tidak ada batas minimal dari pasal 279 ayat 1, cuma melihat yurisprudensi, overspel saja tujuh bulan," tandasnya.

Sementara itu, Eni Suryeni akan menuntut keadilan seadil-adilnya. Apabila putusan hakim tidak sesuai yang diharapkan, ia akan mengajukan banding.

Seperti diketahui, RAW adalah petinggi sekolah tinggi swasta di Kota Tasikmalaya. Ia disangkakan istrinya diduga telah melakukan kawin diatas perkawinan. Kemudian dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota, 18 Juli 2018 lalu.

Saat dikonfirmasi, JPU Yuris Setyaningsih, SH, MH mengatakan tuntutan dua bulan penjara sudah sesuai dengan fakta persidangan. 

"Saya berada di tengah, tuntutan dua tahun sudah sesuai dengan fakta persidangan kedua belah pihak," ujarnya di kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Selasa (22/7/2019). (Dwi)