Jamasan hanya dilaksanakan setahun sekali atau tepatnya setiap tanggal 12 Rabbiul Awal

Jejak Tasela - Prosesi pencucian atau Jamasan sejumlah benda dan pusaka peninggalan Kanjeng Syech Abdul Muhyi Pamijahan menjadi perhatian ratusan jamaah yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW yang digelar oleh Kasepuhan Keramat Pamijahan, Kec. Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya, Sabtu (9/11/2019).

Prosesi Jamasan menjadi momen langka yang dapat disaksikan oleh warga umum, Jamasan hanya dilaksanakan setahun sekali atau tepatnya setiap tanggal 12 Rabbiul Awal yang sekaligus gelaran pengajian akbar memperingati Mauluid Nabi Muhamad SAW yang dilaksanakan keturunan waliyulloh tersebut.

Jamasan dimulai sejak pagi hari atau sebelum acara pengajian dimulai, diawali dengan pembacaan doa dan pembacaan riwayat Kanjeng Syech Abdul Muhyi oleh keturunannya. Dilanjut dengan pencucian sejumlah benda dan pusaka yang dapat disaksikan oleh seluruh jamaah yang hadir.  

Sejumlah benda yang diperlihatkan adalah sebuah jubah berwarna hitam, kopeah, sorban yang dipakai oleh Syech Abdul Muhyi pada jamannya, serta beberapa pucuk keris, cincin, wadah minyak dan sejumlah pusaka lainnya.

Kasepuhan Keramat Pamijahan KH Endang Adjidin dalam kesempatan tersebut menjelaskan, prosesi Jamasan atau  pembersihan benda beserta sejumlah pusaka ini merupakan bagian dari menjaga tradisi dalam rangka mengenang dan meneladani perjuangan syiar Islam oleh Waliyulloh Syech H Abdul Muhyi Pamijahan yang dilakukan setiap bulan Mulud. 

Selain itu prosesi Jamasan ini juga dijadikan sarana menunjukan sejarah leluhur dan memberi pendidikan moral bagi keturunan dan warga. Selain Jamasan, lanjut Endang, juga dilakukan pembersihan /penggantian kelambu atau Cungkub pada Makam Syech Abdul Muhyi.

"Seluruh prosesi Muludan ini sejak dulu  digelar rutin dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum dengan maksud memberi pesan positif dan nilai religi untuk memguatkan keimanan pada Allah SWT," jelas Endang.

Busrol, salah seorang warga setempat mengaku dirinya tak pernah absen mengikuti rangkaian kegiatan Muludan yang dilaksanakan oleh Kasepuhan Pamijahan. Harapannya selain menjadi kesempatan langka dapat melihat secara langsung benda dan pusaka peninggalan Syech Abdul Muhyi yang berumur ratusan tahun, juga menjadi kesempatan bersilaturahmi hingga menimba ilmu dari sejarah dan perjuangan waliyulloh.

"Selain tujuan tersebut, kehadiran ratusan jamaah dalam acara Muludan ini juga mengharapkan keberkahan dari Allah SWT dengan lantaran Waliyulloh Syech Abdul Muhyi," kata Busrol. (Mz)