Kadinsos Kota Tasikmalaya H. Nana Rosadi

Jejak Tasikmalaya - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tasikmalaya, H Nana Rosadi, melemparkan insinuasi atau sindiran atas kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kata Nana, kerja BPBD sejauh ini memang bagus. Tapi lebih bagus lagi kalau tidak overlap (tumpang tindih) kewenangan.

Nana mencontohkan, dua overlap BPBD terhadap Dinas Sosial seperti Kampung Siaga Bencana (KSB) di Urug dan penanganan anak punk dan/atau anak jalanan.

"KSB kita yang ciptakan. Nah, KSB ini jangan dimaknai kita harus selalu ngepos di sana. KSB ini adalah locus untuk menempatkan bila mana ada bencana di daerah Urug. Justru wajar kalau BPBD hadir di dalamnya. Bila BPBD dalam melakukan penanggulan bencana kekurangan tenaga, silahkan minta ke kami. Jangan malah menjelekan kami dengan kalimat: Bikin KSB, tapi kok tidak hadir di dalamnya? Kan enggak lucu. Terus juga, kan sebetulnya kaitan dengan penanggulangan bencana itu adalah tugas BPBD," ujar Nana.

Di soal anak punk dan/atau anak jalanan, kata Nana, bukan berarti BPBD tidak boleh berhubungan dengan mereka. Tapi dengan apa yang dilakukan BPBD akhir-akhir ini seakan ada misi lain. Padahal kaitan dengan anak punk dan/atau anak jalanan sedang terus-terusan dibahas Dinsos kaitan bagaimana merangkul, membina dan memberdayakan mereka.

"Saya akui Ucu Anwar (Kepala Pelaksana BPBD) kinerjanya bagus. Cuma terlalu overlap," tandasnya. (Piter)