Aksi Panglima Perang Romawi yang diperankan Camat Tawang Drs Deni Diyana MSi saat membantai gerombolan pemberontak

Jejak Tasikmalaya - Fashion Carnaval menjadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu dalam event tahunan Tasikmalaya Oktober Festival (TOF). Masing-masing peserta menampilkan berbagai kostum dengan tema dan konsep semenarik mungkin.

Menjadi peserta Fashion Carnaval, Kecamatan Tawang mengambil tema "Romawi Kuno, Kebesaran Sebuah Peradaban". Dimana menampilkan Raja dan Ratu Romawi yang kharismatik dan berwibawa serta menjadi ikon kebesaran sebuah bangsa.

"Dalam perjalanannya, Romawi Kuno menyumbangkan banyak hal terhadap pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam dunia
sekarang ini," tutur Camat Tawang Drs Deni Diyana MSi disela latihan persiapan Fashion Carnaval di Lapangan Brigif Galuh Tasikmalaya, Jumat (12/10/2018).

Selanjutnya dalam penampilan kali ini, terang Deni, kebudayaan Romawi diakulturasi dengan budaya kearifan
lokal Tasikmalaya yaitu Tameng Sang Raja berbentuk perisai yg menyerupai Lambang Kota Tasikmalaya. Merupakan
harapan seluruh masyarakat untuk kemajuan Kota Tasikmalaya.

Sayap Sang Ratu berbentuk alat musik Harfa dengan elemen potensi lokal Kota Tasikmalaya yaitu kelom geulis, payung geulis, kain batik, bordir dan senjata Kujang.

"Adapun Filosofi alat musik yaitu terciptanya sebuah harmoni kehidupan yang selaras dari setiap perbedaan.
Mengacu pada semangat Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.

Warna kuning emas, adalah gambaran harapan terhadap masa keemasan. Menuju masyarakat madani, adil, makmur dan sejahtera.

Dan akhirnya, seorang filsuf Romawi merangkai sebuah pepatah yang sangat bermakna untuk kita
semua “Manusia tidak boleh menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Manusia seharusnya
memperguna-kan waktunya dengan baik dan membuat dunia menjadi lebih baik.”

Jampana Festival

Dalam Jampana Festival, Kecamatan Tawang mengambil tema "Mengamankan Aset Negara dengan Ilustrasi Pasukan Romawi Kuno".

Dikisahkan, sepasukan prajurit Romawi yang dipimpin langsung oleh panglima perang yang diperankan oleh Camat Tawang Drs Deni Diyana MSi didampingi Ibu Suri sedang dalam perjalanan mengantarkan pajak/upeti yang akan diberikan kepada pemerintah kerajaan.

Ditengah perjalanan diserang oleh gelombang pemberontak yang berniat merebut upeti yang tak ternilai jumlahnya. Namun berkat kesigapan Panglima Perang dengan gagah berani melumpuhkan gerombolan pemberontak itu. Dan menyelamatkan aset negara untuk kemajuan kerajaan.

"Pesan yang kami sampaikan, seluruh elemen Kecamatan Tawang bertekad mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara dengan segala kesungguhan hati," ungkap Deni.

Untuk pemeran, Raja dan Ratu Romawi diperankan oleh talent, Camat Tawang Drs Deni Diyana MSi sebagai Panglima Perang, para dayang, pasukan dan pemberontak diperankan staf kecamatan dan kelurahan. (Dwi)