Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara mendapat apresiasi dari santriawan/wati Pesantren Sirnarasa

Jejak Ciamis - Pemutaran film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara di Pesantren Sirnarasa, Panjalu, Kab. Ciamis, Jumat (23/2), mendapat apresiasi dari pengurus pesantren dan santri yang menyaksikan film tersebut. 

Film garapan sutradara Herwin Novianto mengisahkan seorang muslimah  bernama Aisyah dari Ciwidey, Jawa Barat yang mendapatkan tawaran mengajar di suatu yayasan pendidikan di Nusa Tenggara Timur. 

Dari mulai keberangkatan hingga saat awal mengajar dihadapkan dengan konflik baik dengan ibunya yang tidak mengijinkan Aisyah berangkat dan harus dibenci seorang muridnya karena berbeda agama.Bahkan saat awal kedatangannya Aisyah dianggap sebagai Suster Maria.

Pemutaran film yang dibintangi Laudya Cynthia Bella dan aktris senior Lydia Kandou ini diprakasai oleh Pusbang Bidang Apresiasi Tenaga Perfilman Kemendikbud RI.

Seusai acara, Kepala Bidang Apresiasi Tenaga Perfilman Kemendikbud RI Sanggupri Bochari mengatakan, pemutaran ini merupakan komitmen pemerintah melalui Pusat Pengembangan Film Kemendikbud RI dalam upaya mendongkrak minat masyarakat agar bioskop menjadi pilihan tempat hiburan yang sejak beberapa waktu silam mengalami penurunan. 

Menurutnya, film-film yang diputar sebelumnya telah diseleksi oleh pihak sensor film dan Kemendikbud. 

"Film-film tersebut banyak bertemakan pembinaan pendidikan, toleransi, nasionalisme, serta penguatan kebudayaan," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Sirnarasa KH Dadang Mulyawan, M.Sos mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan sebuah kegiatan yang bukan saja sebagai tontonan 

yang mampu menghibur, namun juga menjadi sebuah tuntunan bagi warga didik. 

"Sebagaimana amanat Abah Aos (Syeikh Muhammad Abdu Gaos Safulloh Maslul), kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin. 

Karena melalui film juga kita bisa menghadirkan nilai-nilai yang mendidik anak-anak kita," tuturnya. (Dwi