Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Imam Farid Muslim

Jejak Tasikmalaya - Gelombangan tuntutan mundur dari jabatannya kepada Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, terus disuarakan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka meminta agar Budi segera menanggalkan jabatannya karena berstatus tersangka KPK.

Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Imam Farid Muslim, mengatakan, bersikukuhnya Budi Budiman menolak mundur dari jabatan wali kota sekalipun sudah berstatus tersangka KPK merupakan pendidikan politik yang buruk yang diperagakan Budi kepada masyarakat.

Imam pun memahami bahwa secara aturan, tidak mundurnya mantan ketua DPC PPP tersebut memang tidak menyalahi. Akan tetapi secara etika politik, sangatlah tidak etis.

"Teu nanaon ngan nanaonan," sitir Imam Farid, Senin (15/7/2019) siang.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat PMII akan turun ke jalan untuk menyuarakan ini.

April 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK resmi menetapkan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebagai tersangka kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.

Budi diduga memberi uang total sebesar Rp400 juta terkait pengurusan DAK untuk kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 kepada pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo. Yaya sendiri sudah divonis 6,5 tahun penjara oleh hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Piter)