Ketua Hiswana Migas DPC Priangan Timur Sigit Wahyu Nandika

Jejak Tasikmalaya - Masyarakat lakukan panic buying dalam operasi pasar gas elpiji 3 kilogram yang digelar PT Pertamina dan Hiswana Migas DPC Priangan Timur di 30 kelurahan se-Kota Tasikmalaya, Kamis (8/12) kemarin. 

Ketua Hiswana Migas DPC Priangan Timur, Sigit Wahyu Nandika mengatakan, pantauan di lapangan dan masukan dari beberapa elemen masyarakat termasuk juga informasi dari media sosial, online dan cetak, ternyata masyarakat ikut panic buying dalam OP kemarin. 

Kita harapkan pemberitaan di media massa bisa lebih cerdas, menyejukan. Jangan sampai ada istilah langka karena itu menurut kamus besar sangat sulit didapat atau hampir punah," ungkapnya kepada awak media di Kantor Hiswana Migas DPC Priangan Timur, Jumat (8/12).

Menurutnya, tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg, tetapi keterlambatan pasokan. 

"Kita akui ada dibeberapa daerah, tapi secara global di Priangan Timur khususnya Pangandaran, Ciamis masih kondusif tidak ada rush, cuma satu atau dua lokasi yang saya tahu," terang Sigit. 

Setelah ada operasi pasar dengan harga Rp 16 ribu, lanjutnya, ternyata ada titik yang baru habis antara pukul 16.30-17.30 Wib. "Jadi kita juga dilihat juga pasokan di daerah sekitar, ternyata masih banyak," ucapnya.  

"Hikmahnya, kita sekaligus juga pencerdasan kepada masyarakat bahwa untuk bisa membeli elpiji 3 kg tersebut dipersilahkan membeli di pangkalan terdekat," tandas Sigit. 

Ditambahkannya, dari 17 ribu tabung yang disediakan dalam OP tersebut, sekitar 70 persen tersalurkan kepada masyarakat. 

Disinggung terkait sanksi apa yang akan dikenakan pada pangkalan nakal dengan menjual gas elpiji 3 kg per tabung melebihi HET Rp 16 ribu, Sigit mengancam akan melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU). 

Agar dapat sesegara mungkin mendapatkan informasi seperti itu, Hiswana Migas DPC Priangan Timur membuka call centre 082118110077.

"Silahkan masyarakat kirim sms ke nomor itu," katanya. (JD