Bacaleg PPP Irwan Diwan Nur Ridwan, S. Hum

Jejak Tasikmalaya - Kader terbaik Pondok Pesantren Mathlaul Khaer Cintapada, Cibeureum Kota Tasikmalaya, Irwan Diwan Nur Ridwan, S. Hum resmi mendaftarkan diri menjadi bakal calon legislatif PPP untuk Pileg 2019 mendatang. 

Putra kedua Ketua Yayasan Pesantren Cintapada KH Kurtubi Yusuf M.Si tersebut sudah mendapat restu dari keluarga besar Pesantren Cintapada. 

Restu itu dijadikannya sebagai motivasi untuk turut berjuang Amar Ma'ruf Nahi Mungkar didunia politik. Juga dijadikan bekal menggapai kemenangan yang dirasanya sudah melalui hitungan rasional. 

Pria yang akrab disapa A Irwan oleh para santri dan lingkungannya itu mengungkapkan, seluruh alumni Pesantren Cintapada dan Madrasah dibawah naungan Yayasan Pesantren Cintapada akan ia gerakan. Bahkan sebagian besar alumni sudah mengetahui pencalonannya. 

"Semuanya sudah siap berjuang memenangkan saya. Bahkan banyak tokoh dari Cibeureum, Tamansari dan Purbaratu sudah menyatakan siap bergabung untuk kemenangan A Irwan," tuturnya. 

Tak hanya itu, pengalaman organisasi seperti OSIS, Pramuka, organisasi kepemudaan, keagamaan dan kemahasiswaan sudah didalami. Terlebih ilmu keagamaan A Irwan pun cukup mumpuni. Pasalnya, ia pernah mengenyam pendidikan di MTS Negeri Cilendek, Ponpes Cintapada, Sukahideung, Pondok Modern Darussalam Gontor dan alumni S1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

Pengalaman bekerja pun sudah A Irwan rengkuh seperti guru honorer di SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya dan sekarang sebagai guru honorer di MAN 1 Kota Tasikmalaya dan SMPT Mathla'ul Khaer. 

Bukti kesiapan dan keseriusannya A Irwan bersama timnya membentuk Relawan Simpatisan Irwan (RELASI). Tak dapat dipungkiri lagi sosok muda penuh pengalaman ini diyakini akan meraup suara signifikan di Dapil 3 meliputi Kec. Cibeureum, Tamansari dan Purbaratu. 

Politik itu menghadirkan hukum. Hukum yang mengatur kehidupan demikian filosofi yang dijadikan motivasi A Irwan dalam pencalonannya. 

"Maka melalui politik saya ingin berbuat untuk menghadirkan hukum yang sesuai aturan agama. Karena kehidupan individu dan sosial harus sesuai aturan agama. Mengerikan jika kebijakan politik tidak berpatokan pada Al Quran dan Al Hadist," tandasnya. (Dwi