Ketua Padepokan Silat Pancar Salapan Kundang Junaedi (tengah)

Jejak Tasikmalaya - Padepokan Pencak Silat Pancar Salapan tetap eksis dan konsisten melestarikan budaya warisan leluhur yakni pencak silat. Para murid padepokan rutin melakukan latihan setiap hari Rabu, Jumat dan Minggu pagi setiap minggunya di kediaman Ketua Padepokan Kundang Junaedi di Desa/Kec. Parungponteng, Kab. Tasikmalaya. 

Walaupun belum memiliki sarana dan prasarana latihan yang layak, para murid padepokan yang jumlahnya sudah mencapai 120 orang tetap semangat dalam berlatih. 

"Kita juga didukung para orang tua murid yang sama pecinta seni sehingga Padepokan Pancar Salapan tetap berjalan," kata Kundang. 

Dijelaskannya, keberadaan Padepokan Pancar Salapan ini tidak hanya akan terfokus pada satu seni pencak silat saja, tetapi merupakan wadah pemersatu para pecinta budaya apa saja yang ada di Parungponteng seperti Calung, Dugkol, Karinding.

"Kami berharap bantuan dari pemerintah  melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau Dinas Pendidikan untuk melengkapi sarana dan prasarana latihan karena hampir semua murid Padepokan Pancar Salapan adalah pelajar," harapnya. (Ihsan