Kepala Dinas KP Kota Tasikmalaya, Abu Mansyur menyosialisasi penganekaragaman konsumsi pangan di SMPN 16 Tasikmalaya

Jejak Tasikmalaya - Untuk menjaga keamanan (ketersediaan) pangan, sudah semestinya masyarakat mengenal varian pangan. Tidak tergantung pada beras saja tapi masyarakat juga bisa mengonsumsi sayur dan umbi-umbian. Apalagi kedua pilihan pangan tersebut memiliki nilai gizi yang tak kalah bagus dibanding beras. Malah bisa jadi lebih.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tasikmalaya, Abu Mansyur, di acara sosialisasi penganekaragaman konsumsi pangan di SMPN 16 Tasikmalaya, Selasa (29/1/2019) pagi. Abu mengajak para siswa agar membiasakan diri mengonsumsi sayur dan umbi-umbian.

Kalangan pelajar saat ini, lanjut Abu, cenderung dekat dengan jajanan-jajanan yang tergolong rawan kesehatan. Banyak kasus-kasus jajanan yang mengandung zat kimia berbahaya semisal penggunaan pewarna pakaian dan bahan-bahan berbahaya lainnya.

Dalam sosialisasinya DKP bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) guna mengecek jajanan yang ada di sekitaran SMPN 16. Itu untuk memastikan tidak ada makanan yang berpotensi mengganggu kesehatan siswa.

Kepala SMPN 16 Tasikmalaya Ade Nuryadin, mengapresiasi sosialisasi ini. Pasalnya, pihak sekolah juga ingin memiliki siswa yang sehat sehingga bisa menyerap ilmu yang disampaikan dengan baik.

Ade Nuryadin mengaku, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang disosialisasikan oleh DKP. Yaitu dengan selalu mengingatkan siswa agar mengonsumsi makanan yang menyehatkan serta membiasakan mengonsumsi varian makanan yang tentunya menyehatkan. (Piter/Dwi)