Ketua Forum Warga Sukahening Dedi Supriadi (kanan) saat melaporkan dugaan korupsi dana aspirasi

Jejak Tasikmalaya - Warga Desa Sukahening Kabupaten Tasikmalaya yang tergabung dalam Forum Warga Sukahening  mempertanyakan keseriusan Kejaksaan Negeri Singaparna dalam menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi dana aspirasi yang diduga dilakukan oleh DS oknum anggota dewan Kabupaten Tasikmalaya dan oknum masyarakat berinisial F.

Warga juga mempertanyakan sudah sejauhmana penanganan kasus dugaan korupsi APBDes yang diduga dilakukan oleh UD oknum Kades Sukahening.

Ketua Forum Warga Sukahening Dedi Supriadi mengungkapkan, wajar warga menyoroti dan mempertanyakan hal itu, pasalnya pelaporan ke pihak Kejari Singaparna sudah dilakukan sejak Oktober 2017 lalu.

"Kasus yang dilaporkan warga tujuh bulan lalu baru dilimpahkan ke bagian Pidsus setelah mengeram di bagian Intel berbulan-bulan. Hal tersebut berdampak negatif terhadap kredibilitas, proporsionalitas dan profesionalisme pihak kejaksaan Kabupaten Tasikmalaya," tutur Dedi saat menghubungi jejakjabar.com, Senin (21/5) malam.

Dikatakannya, subjektifitas mulai mengalir terhadap lembaga Adikyaksa tersebut, bahkan warga Sukahening nyaris terjadi mosi tidak percaya dengan kinerja Kejari Singaparna tersebut.

"Kami mempertanyakannya kepihak kejari dengan ancaman akan melakukan aksi pasang tenda dan melaporkan oknum kejaksaan ke kejagung. Yakni oknum yang disinyalir main-main dalam menangani laporan warga ini," tandasnya.

Menurutnya, kurang tanggapnya kejari dan selalu melontarkan alasan bahwa kasus yang ditangani bukan hanya terkait DS saja membuat warga sudah mulai muak apalagi muncul rumor, jika dihentikan atau diperlambatnya penanganan laporan ini karena pihak kejari disinyalir mencari jalan untuk pembelaan terhadap DS.

"Muncul isu ada pihak oknum petinggi partai di tingkat kabupaten dimana DS bernaung mau membela dengan cara mau menyuap Jaksa. Bahkan diduga terjadi siasat seolah laporan Forum Warga Sukahening kurang alat bukti," ujarnya.

"Seharusnya pihak Kejaksaan peka dan melakukan penggalian dan pengembangan yang komprehensif jika benar mengemban tugas negara dalam menyelamatkan anggaran diantaranya," tambah Dedi. (Dwi