Ketua PK PMII STISIP Tasikmalaya, Asep Kustiana

Jejak Tasikmalaya -Wali Kota adalah jabatan politik yang dihasilkan dari kontestasi pilkada scara demokratis, dengan salah satu tujuannya pemimpin terpilih bisa memberikan contoh dari semua bidang keilmuan, termasuk ilmu politik.

Adapun Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari tentang segala urusan pemerintahan termasuk pemimpinnya. Di dalam ilmu politik juga ada sebuah etika dan estetika politik. Bagaimana kemudian seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh yang baik dari berbagi aspek.

Demikian dikatakan Ketua PK PMII STISIP Tasikmalaya, Asep Kustiana, dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi. Apa yang disampaikan Asep menyoroti etika Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, yang tak kunjung mundur dari jabatannya. Padahal Budi sudah ditetapkan tersangka oleh KPK.

"Wali kota sungguh tidak memberikan contoh yang baik dalam pendidikan politik di Kota Tasik. Padahal dia sudah melukai hati masyarakat dengan ditetapkannya sebagai tersangka kasus suap usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2018 kepada mantan pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo," sebut Asep.

Dengan tidak mundurnya Budi Budiman dari jabatan wali kota, lanjut Asep, merupakan pendidikan politik tidak baik yang ditunjukannya.

"Oleh Karena itu, kami dari Pengurus Komisariat PMII STISIP Tasikmalaya meminta Walikota Tasikmalaya H Budi Budiman segera mundur dari jabatannya. Ini demi tidak memberikan sejarah yang jelek bagi pendidikan politik di Kota Tasik," imbuhnya. (Piter)