Alat berat sedang membongkar bagian pendestrian Taman Alun-alun Manonjaya

Jejak Tasikmalaya - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kab. Tasikmalaya membongkar Taman Alun-alun Manonjaya, Selasa (13/11/2018). Pembongkaran dilakukan untuk mengembalikan fungsi awal sebagai lapangan sepakbola dan untuk kegiatan lainnya. 

"Pembongkaran ini sesuai dengan keinginan warga Sukapura, umumnya warga masyarakat Manonjaya," ujar Pengamat Tata Bangunan dan Dewan Penasihat Forum Soekapoera Ngadaun Ngora, Nanang Nurjamil, Rabu (14/11/2018). 

Selain itu, kata pria yang akrab disapa Kang Jamil, pembongkaran proyek yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 juta tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Cagar Budaya mengingat Alun-alun Manonjaya merupakan heritage. 

"Sesuai dengan Undang-undang itu, cagar budaya tidak boleh diubah fungsinya," tambah Kang Jamil. 

Disampaikannya, kejadian seperti ini harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah agar kedepan setiap pembangunan harus melalui perencanaan sematang mungkin dan harus dimusyawarahkan sehingga tidak ada uang rakyat yang menjadi mubazir atau terhambur begitu saja. 

"Tidak ada yang harus dipersalahkan, tapi apa yang terjadi hari ini menjadi pembelajaran untuk kedepan agar sarendeuk saigel, sabobot sapihanean, silih asah, silih asih, silih asuh sehingga kemudian nanti pembangunan ini akan lebih bermanfaat," tuturnya. 

Kang Jamil juga mempertanyakan tanggung jawab pemerintah atas anggaran yang sudah dipergunakan untuk pembangunan itu. Menurutnya, daripada tak jelas manfaatnya dan mubazdir, lebih baik dialokasikan untuk membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni. (Dwi