Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

Jejak Tasikmalaya - Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman, menandaskan, peserta dengan rangking teratas dalam hasil seleksi open bidding bukan berarti akan jadi pemenangnya. Kata Budi, ia bisa saja memilih rangking kedua atau ketiga. Intinya, rangking satu sampai tiga berpeluang menempati Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).

"Bukan hanya rangking semata, tapi ada pertimbangan lain dalam menentukan siapa pemenangnya. Salah satunya kecocokan. Cocok atau tidak orang tersebut ditugaskan di sana," kata Budi diamini Sekda Ivan Dicksan, diwawancarai usai paripurna, Senin (4/11/2019) sore.

Kapan pemenang open bidding diumumkan, kata Budi, menunggu pengembalian berkas dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dan kapan berkas itu ia terima, Budi belum bisa memastikan.

Disinggung apakah dirinya sudah mengantongi pemenang untuk masing-masing JPTP yang diopenbiddingkan, Budi menjawab, "Nanti sajalah. Nunggu pengumuman,".

Seperti diketahui, pemkot Tasikmalaya saat ini tengah melaksanakan open bidding untuk tiga JPTP. Yakni untuk Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan serta Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan.

Tahapan demi tahapan sudah selesai dilaksanakan. Berkas tiga rangking teratas untuk masing-masing peserta JPTP sudah diserahkan panitia seleksi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk dikaji. Jika lolos perivikasi, maka berkas tersebut akan diserahkan kepada wali kota. Dengan hak preogratifnya, wali kota bebas memilih satu di antara tiga sebagai pemenangnya.

Sementara, Komisi 1 DPRD meminta wali kota bersikap bijak dan profesional dalam menentukan pemenang open bidding.

"Seharusnya memang begitu (bijak dan profesional). Mudah-mudahan wali kota selaku PPK (pejabat pembina kepegawaian) taat aturan walaupun penentuan jabatan merupakan kewenangan wali kota. Selaku PPK baiknya aturan juga dipakai," kata Ketua Komisi 1 DPRD Kota Tasikmalaya, Dayat Mustopa. (Piter)