Sejumlah tenda dipasang di halaman Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Tasikmalaya guna dipakai penjualan produk pertanian

Jejak Tasikmalaya - Para petani di Kab. Tasikmalaya terimbas Covid-19, mereka kesulitan memasarkan hasil taninya. Terutama mereka para petani kecil yang biasa menjual sayurannya ke pasae tradisional. 

Melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Pemkab. Tasikmalaya membantu para petani memasarkan hasil taninya di halaman kantor pemerintahan dengan target pasar para ASN. Selain itu, hasil tani juga dipasarkan kesejumlah perumahan melalui sistem online. Produk pangan nanti diambil petugas untuk disalurkan kesejumlah pembeli yang sudah pesan melalui online. Produk pertanian ini sudah dikemas layaknya produk yang dijual di supermarket.

"Berdasarkan hasil survei di lapangan, banyak petani partai kecil kesulitan memasarkan produknya ke pasar saat pandemi corona, maka kami dari Pemerintah Kabupaten berinisiatif bantu petani untuk pasarkan produk panganya agar petani tetap punya pendapatan," ungkap Heri Sogiri, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (14/4/2020).

Hari pertama, pemasaran produk pertanian ini menjual sayuran kacang panjang, mentimun, tomat, buah jambu, cabai hijau, jahe, hingga buah buahan. Sejak dibuka Selasa pagi, puluhan ASN yang masih berkantor membeli produk pertanian ini. Selain harganya lebih murah, mereka juga memilih membeli di Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan agar hindari kerumunan ditengah pandemi corona.

"Beli disini ajah sekarang, masih segar-segar sayurannya dan harganya terjangkau" ujar Ai, salah satu ASN Di Pemkab Tasikmalaya.

Petani kecil yang produknya dipasarkan mengaku senang bisa menjual sayurannya. Mereka merasakan kesulitan memasarkan sayuran saat corona mewabah.

"Terima kasih pak, kami terbantu dengan ide dinas pertanian, Pak Bupati, Pak Kadis, Pak Kabid, terima kasih kami bisa menjual hasil bumi ini walau kami partainya kecil, beda sama partai besar yang masih bisa jual ke pasar luar kota, " ucap Farhanudin, petani sayuran. (Dwi