Yanuar M Rifqi (kanan) bersama pengurus PPP Kota Tasikmalaya (foto:dokumentasi)

Jejak Tasikmalaya - Hasil perolehan sementara pasangan RINDU di Kota Tasikmalaya meraih 28,15 %, kalah telak oleh pasangan Asyik yang meraih 43,46% atau ada selisih sekitar 15%. Raihan sementara itu mendapat tanggapan nyinyir dari Calon Wakil Gubernur nomor urut satu Uu Ruzhanul Ulum.

Salah satu statemen Uu disalah satu media online adalah "Jika semua elit partai yang ada di Kota Tasikmalaya bekerja secara maksimal dengan mengerahkan semua sumberdaya yang ada, diakui Uu kemungkinan besar Rindu akan menang. Karena dilihat dari sumber daya PPP sangat besar di Kota Tasikmalaya menguasai eksekutif dan legislatif", ucapan itu mendapat tanggapan dari salah seorang kader PPP Kota Tasikmalaya Yanuar M Rifqi (YMR). 

Dalam rilis yang diterima redaksi jejakjabar.com, Jumat (29/6/2018) malam, YMR menjelaskan, dengan kondisi yang minimalis, Timgab PPP-PKB-Nasdem-Hanura-PSI sudah bekerja semaksimal mungkin. Hal itu dibuktikan dengan raihan 104 ribu suara. 

"Mustahil suara sebesar itu ada tanpa sedikit pun kerja-kerja politik kelima parpol tersebut. Silahkan dihitung basis massa PPP, PKB, NasDem, Hanura dan PSI, yang paling shahih lihat hasil Pileg 2014. Rasanya suara sebanyak 104 itu angka yang wajar," ungkapnya. 

Sebaiknya, kata YMR, apabila belum bisa memberi apresiasi terhadap kerja orang lain, minimal menahan diri itu lebih baik dan bijak bagi seorang pemimpin. 

"Jika 104 ribu suara ini tidak bisa bapak syukuri, alangkah elok jika sebagai pemimpin menerima itu sebagai ketetapan dari Allah Ta'ala. Mohon maaf atas segala kekurangan dari Timgab Kota Tasik. Semoga Pak Wagub berhasil menjadi pemimpin yang amanah dan mengayomi semua rakyatnya," ucap YMR. 

Ditambahkannya, sejak kemarin dia menahan diri tidak menanggapi hal-hal yang kurang enak/nyinyir. Namun hari ini, Cawagub terpilih versi hitung cepat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan kekecewaannya pada perolehan suara RINDU di Kota Tasik di muka publik melalui media online. 

"Seharusnya kalau mau melakukan evaluasi, lakukanlah di internal bukan membikin statement yang membuat kegaduhan. Kader-kader parpol gabungan dari dari divisi saksi, sampai malam ini terus bekerja mengamankan suara di PPS dan PPK, setidaknya hargailah mereka," tandas YMR. (Dwi)