Status facebook akun Ikbal Nasihin dibanjiri kecaman netizen

Jejak Tasikmalaya - Jarimu, harimaumu. Pepatah itulah yang tengah ngetren di kalangan pengguna media sosial. Jika tak ingin "diterkam" apalagi sampai mendekam di penjara, berhati-hatilah membuat postingan. Begitu kira-kira arti dari pepatah tersebut.

Halnya pemilik akun media sosial facebook, Ikbal Nasihin. Gara-gara postingannya, ia panen kecaman. Malah, saking banyaknya yang tersinggung dengan postingan itu, banyak netizen yang ingin melaporkan pria yang disebut-sebut sebagai timsus salah satu paslon di Pilgub Jabar itu ke polisi.

"Sungguh memalukan dan menjijikan pada para  Alumni 212 .... Karena gerakan moral dan amar makruf nahyi mungkar di giring ke politik praktis.... Apalagi untuk kepentingan salah satu partai politik," begitu isi postingannya. Ikbal mngembel-embeli postingannya itu dengan emoticon atau perasaan muak.

Tulisan itu pun sontak diserbu komentar. " Maksudnya apa sih kang kalo boleh saya tahu ... jika kalimatnya adalah alumni 212 berarti 7 jjta org sudah akang tuduh menjijikan ...ya termasuk ane .... mohon penjelassn biar ane sampaikan kepada rekan ane semua aktivis muslim alumnib212 di Tasikmalaya .... diantos kang," komentar pemilik akun Dezaf Dedi Zm.

Pengguna akun Lia Effendi pun turut berkomentar. "Kang Dezaf Dedi Zm kang Faturohman Falghozi mohon di koordinasikan dengan alumni 212 lainnya untuk statement ini .. ini menjurus ke fitnah dan pencemaran nama baik u alumni 212

Agus Guntur: Hadeuh aya 2 wae kang ikbal mah nya...kade ah akang tos mitnah rebuan jalma yeuh..," tulisnya.

"laporkan..," susul akun Atep Aliyudin.

Komentar kecaman atas postingan itu terus mengalir. "jaga ommongan tong padu ucap, ditasik loba aumni 212 teu kabeh kitu, insa alla balallersih," sambar akun bernama Pipin Arifin.

Saking dianggap tendensiusnya postingan Ikbal, seorang tokoh masyarakat Tasikmalaya, Nanang Nurjamil, pun ikut berkomentar.

"Presidium atau siapapun anggota alumni 212 memiliki HAK POLITIK untuk memberi dukungan dan pilihan kepada calon gubernur manapun, tidak ada aturan yg melarang, kenapa harus menjadi MUAK dan JIJIK ? Sdr Ikbal Nasihin anda juga melakukan dukungan dan pilihan, kenapa masalahnya ? Persoalan ada oknum yg melakukan seperti yg anda tuduhkan, jika BENAR ada yg demikian jangan digeneralisasi, para alumni 212 siapa dan yg mana karena alumni 212 itu banyak ?? Saran saya sebaiknya tetap lakukan klarifikasi,agar pilgub jabar ini tetap kondusif dan jangan dibuat menjadi “gaduh dengan pacengkadan”, 🙏," tulis Nanang.

Hingga  saat ini, Minggu (14/1) sekira pukul 12:25 WIB, postingan Ikbal sudah diramaikan 140 komentar dan tiga kali dibagikan. (PL)