Kepala Bidang Taman dan Makam di Dinas PRKP Kota Tasikmalaya, Dedi Hermawan

Jejak Tasikmalaya - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Tasik tengah ancang-ancang meminjam dana kepada pihak ketiga atau rekanan untuk menutupi biaya pemeliharaan taman. Pilihan itu terpaksa dilakukan lantaran dana yang tersedia sudah hampir habis.

Dana operasional pemeliharaan untuk Taman se-Kota Tasik tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 900 juta, terdiri dari Rp 600 juta untuk pegawai harian lepas (PHL), dan Rp 300 juta untuk biaya pemeliharaan.

"Dulu PPTK-nya pak Heru. Tapi karena dia saat ini tengah Diklatpim, PPTK diambil alih oleh saya sudah sekitar dua bulanan. Saat peralihan PPTK dari pak Heru ke saya, anggaran pemeliharaannya sudah limit (nol). Kecuali untuk PHL masih bisa lah sampai akhir tahun. Adapun di perubahan, hanya ada tambahan Rp 14 jutaan," kata Kepala Bidang Taman dan Makam di Dinas PRKP, Dedi Hermawan, Jum'at (8/11/2019) pagi.

Ditanya bagaimana jika anggaran keburu habis sebelum pergantian tahun, kata Dedi, paling pinjam ke rakanan.

"Seperti di Januari-Februari yang biasanya ada kekosongan anggaran, paling bon dulu ke rekanan seperti tahun-tahun sebelumnya," ucapnya.

Untuk cara pembayarannya, pengakuan Dedi, kadang-kadang dibayar dengan pekerjaan (paket), kadang-kadang tidak. "Tapi da tidak besar. Hanya dari awal saja, karena kekosongan anggaran," pungkasnya. (Piter)