Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengetuk pintu kamar hotel yang diduga digunakan meseum

Jejak Tasikmalaya - Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman terjun langsung memimpin operasi penyakit masyarakat (pekat) dan minuman keras (miras), Rabu (11/4) malam. 

Mengawali operasi, sekitar pukul 22.00 WIB tim gabungan Satpol PP dan Dinsos bergerak dari Balekota menuju sasaran pertama yakni warung remang-remang disekitar eks Terminal Cilembang yang disinyalir sebagai tempat penjualan miras. 

Kemudian tim menuju dua hotel melati yang lokasi tak berada jauh dari Pasar Cikurubuk. Disana, tim berhasil menjaring sejumlah pasangan bukan muhrim yang tengah asyik ngamar. 

Wali Kota yang turut menyaksikan pencidukan itu sempat berdialog dan memberikan teguran langsung kepada beberapa perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK). 

"Ya, tadi di hotel tim berhasil menjaring pasangan bukan muhrim. (perempuan) ada yang dari Pangandaran, Jakarta. Saya terjun langsung ingin melihat secara langsung. Ini akan menjadi catatan penting bagi kami," tuturnya disela operasi.

Dikatakannya, operasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemkot Tasikmalaya untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri yang aman, nyaman, religius dan bebas dari berbagai persoalan sosial. 

Selanjutnya, terang Budi, perempuan yang terjaring akan didata terlebih dahulu guna mendapatkan pembinaan di pusat rehabilitasi Panti Wanita Karya di Palimanan, Cirebon.

"Ini upaya kita membuat efek jera bagi mereka. Dan diharapkan setelah di rehabilitasi, mereka setelah kembali akan menjadi orang bermanfaat dan berguna di masyarakat," ucapnya. 

Wali kota juga sempat memberikan teguran langsung kepada owner hotel yang kebetulan pada operasi tersebut berada di lokasi. Wali kota tak segan-segan akan mencabut ijin operasional apabila tidak mengindahkan peringatan dari pihaknya. (Dwi