Kantor Disparbudpora Kota Tasikmalaya

Jejak Tasikmalaya - Pegiat Kebudayaan Tasikmalaya, Tatang Pahat, menyesalkan sikap dan pola kerja Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata

(Disporabudpar) Kota Tasikmalaya sejauh ini yang terkesan jalan sendiri, enggan bersinergi dengan para praktisi. Lebih dari itu, dinas ini seakan menganggap para pegiat sebagai pesaing, bukan partner untuk meluhurkan kebudayaan di Kota Tasik.

"Mari kita cermati bersama. Bukankah semestinya Dinas pimpinan Hadian ini dalam pola  kerja dan kinerjannya berpihak pada perkembangan budaya yang berkembang di masyarakat? Sebab hakekatnya Dinas Kebudayaan merupakan perpanjangan tangan dan informan tentang perkembangan budaya di masyarakat kepada pemerintah," kata Tatang Pahat.

Di mata komunitas budaya, sambung Tatang Pahat, persoalan ini sudah bukan rahasia lagi bahwasannya pihak dinas malah bersaing dengan kelompok-kelompok kebudayaan dan/atau kesenian yang berkembang di masyarakat. Padahal, idealnya Disporabudpar harus memposisikan diri sebagai bapak angkat.

"Tapi realitas di lapangan sebaliknya. Disporabudpar malah menjadi pesaing (lebih kepada musuh) dalam merealisasikan programnya. Inilah yang menjadi soal di komunitas kami kenapa dinas selalu dicurigai dalam setiap kegiatannya," tandasnya, Kamis (30/7/2020) pagi. (Piter)