Spanduk caleg Partai Gerindra Kota Tasikmalaya untuk Dapil 1 (Tawang, Cihideung, Bungursari) Asep Hendri Darmawan menjadi korban oknum jahil

Jejak Tasikmalaya - Alat Peraga Kampanye (APK) milik caleg DPRD Kota Tasikmalaya dari Partai Gerindra Asep Hendri Darmawan (AHD) menjadi korban tangan jahil. Ya, spanduk yang terpasang di Jalan BKR, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya disobek tepat di bagian wajah/muka caleg nomor urut 12 tersebut.

Tak hanya itu, si oknum jahil menempelkan wajah hasil sobekan di spanduk caleg lain yang terpasang persis disamping spanduk milik AHD.

Saat ditemui jejakjabar.com, Asep mengaku mengetahui spanduk yang terpasang di simpang Jalan BKR-Asrama Nyantong ada yang merusak, Sabtu (24/11/2018) pagi, dari kader Partai Gerindra. AHD yakin hal tersebut jelas ada unsur kesengajaan bukan karena faktor alam, seperti terkena angin hingga rusak, dan roboh.

"Spanduk itu dipasang persis didepan tempat usaha salah seorang kader Gerindra. Dan yang pasang spanduk saya itu, ya kader itu. Jadi sepertinya kami tidak menyalahi aturan pemasangan APK," ungkap mantan Komisioner KPU Kota Tasikmalaya itu.

AHD sangat menyayangkan tindakan oknum tersebut. Menurutnya, terlepas apakah itu perbuatan iseng atau bermuatan politik namun sangat jauh dari etika kehidupan sosial dan demokrasi. 

"Sepertinya calon jagoannya tidak siap bersaing sehat atau yang ditakutkan mau mengacaukan pelaksanaan pemilu dengan mengadu domba antar calon," tuturnya. 

Disampaikannya, kontestasi Pemilu 2019 hendaknya tidak dinodai dengan tindakan tidak bermartabat, dengan merugikan peserta lain. Apabila ingin meraih dukungan masyarakat lakukan dengan cara yang elegan, tunjukan hal positif dengan mensosialisasikan kelebihan calon. 

"Jangan merusak APK calon lain. Kontestasi Pileg harus tetap menjungjung sportivitas," ujarnya. 

Ditegaskan AHD, pelaku tindakan perusakan APK dengan sengaja dapat di investigasi dan lebih jauh dikenakan sanksi pidana pemilu oleh Gakkumdu Kota Tasikmalaya. Hal itu untuk menerapkan efek jera agar tidak menjadi preseden buruk kedepan, mengingat masa kampanye yang relatif masih panjang, demi terjaganya pelaksanaan pemilu yang sehat dan bermartabat di Kota Tasikmalaya. (Dwi