Kadis Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Uus Supangat (kiri) dan Kalak BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar Surachman

Jejak Tasikmalaya - Badan Penanggulangan Bencna Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya sudah menyerap anggaran sekitar Rp 6,3 miliar untuk penanganan dan penanggulangan pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Selain BPBD, Dinas Kesehatan yang juga salah satu leading sector penanganan wabah ini juga sudah menyerap anggaran sebesar Rp 2,8 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar Surachman, menyebutkan, Rp 6,3 miliar yang diserapnya untuk membiayai ragam kebutuhan. Mulai dari pembelian alat pelindung diri (masker), pembelian pendukung medis (hand sanitizer) dan sabun anti-septik), penunjang posko, honor serta makan dan minum petugas jaga di lapangan selama Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) kemarin.

"Jika ingin tahu lebih rinci, silahkan datang ke kantor kami. Siapapun. Nanti akan kita perlihatkan dokumen-dokumennya," kata Ucu Anwar, Senin (1/6/2020) siang usai pertemuan dengan pengurus forum silaturahmi (Forsil) RT/RW Kota Tasik. Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Komisi IV DPRD, Dede Muharam.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasik, Uus Supangat, mengaku, sampai saat ini, sumber anggaran dari biaya tak terduga (BTT) untuk Covid-19, realisasi penyerapan anggaran sudah berkisar Rp 2,8 miliar.

"Uang tersebut dimanfaatkan untuk pembelian bahan medis habis pakai (BMHP), alat kesehatan, alat pelindung diri, honor dan jasa pelayanan/insentif tenaga medis dan paramedis serta alat penunjang dan kelengkapan sarana lainnya. Termasuk di dalamnya rapid dan thermal finder," urai Uus dihubungi melalui aplikasi percakapan. (Piter)