Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

Jejak Tasikmalaya - Pemkot Tasikmalaya mengalokasikan dana sekitar Rp 66 miliar untuk penanganan dan penanggulangan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Alokasi sebesar itu masuk dalam biaya tak terduga alias BTT dan diperuntukan selama tiga bulan, terhitung Maret s.d Juni. Soal realisasi serapan, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, meminta awak media agar menanyakan langsung ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) selaku leading sector pengucur anggaran Covid-19.

"Tanyakan saja langsung ke Dinas Keuangan (BPKAD)," pinta Budi yang juga ketua gugus tugas, Senin (13/7/2020).

Kepala BPKAD Hanafi, memberikan paparannya. Dari alokasi Rp 66 miliar, yang sudah terserap berkisar Rp 29 miliar. Adapun dari Rp 29 miliar tersebut, paling besar untuk membiayai bansos (Rp 10 miliar) dan honor petugas lapangan.

"Untuk leading sector pengelola (penyerap) dananya sendiri, banyak. Ada BPBD, Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas SosIal, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR , Dinas Satpol PP dan lainnya," urai Hanafi seraya menegaskan, dalam penanganan Covid-19 ini, tidak ada honor untuk pejabat. (Piter)