Elemen masyarakat datangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya guna melaporkan dugaan pungli di SDN Galunggung

Jejak Tasikmalaya - Beberapa elemen masyarakat terdiri dari praktisi, aktivis dan tokoh masyarakat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya, Rabu (6/12) siang. Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) di SDN Galunggung.

Kabid Dikdas, Tedi, menerima langsung kedatangan dan laporan mereka di ruang kerjanya. 

Kepada Tedi, elemen ini merinci dugaan pungli yang ada di sekolah bekas taraf RSBI ini.

"Per siswa di sekolah ini dipungut sebesar Rp Rp 140 ribu per bulannya dengan rincian: Pembayaran Calistung Rp 30 ribu, partisipasi dan Diniyah masing-masing Rp 20 ribu, B. Inggris Rp 15 ribu, TIK Komite Rp 15 ribu dan pendamping Rp 20 ribu," ungkap Dede Haris, salah satu pelapor.

Dalam laporan yang juga dihadiri RW dan tokoh masyarakat sekitar sekolah, mereka mendesak pihak Disdik mengambil sikap.

Sementara, Tedi membenarkan kalau dugaan pungli yang diadukan di atas memang ada. Dirinya pun mengaku sudah beberapa kali menegur pihak sekolah dan komite. Bahkan dugaan dimaksud sampai sempat memantik Inspektorat pusat melakukan inspeksi ke sekolah itu.

Agar menjadi gamblang apa yang menjadi alasan pihak komite melakukan pungutan, Tedi akan memfasilitasi pertemuan pihak komite, sekolah dan elemen masyarakat selaku pelapor. Pertemuan rencananya besok siang di SDN Galunggung. (PL)