Aktivis PMII tengah berdilog dengan Kapolres Metro Depok. Mereka mengecam tindakan represif oknum polisi di Pameksana.

Jejak Depok - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PC PMII) Kota Depok, mendatangi Mapolres Metro Depok, Selasa (30/6/2020). Kedatangan para aktivis mahasiswa ini untuk menyampaikan kecaman atas tindakan oknum polisi kepada aktivis PMII di Pamekasan Madura tempo lalu, saat aksi penolakan aktifitas tambang ilegal. Kedatangan mereka diterima langsung Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Aziz Andriansyah.

"Kunjungan ini merupakan dialog bersama antara PC PMII Kota Depok dan Kapolres Metro Depok terkait tindakan represif oknum polisi terhadap sahabat PMII di Pemekasan yang menolak tambang galian C ilegal pada Kamis 25 Juni 2020. Kami mengecam tindakan tersebut dan meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku," kata Qiwam, Ketua PC PMII Kota Depok.

Dalam dialog tersebut, kapolres mengaku menyesalkan atas insiden yang terjadi. Dirinya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak agar tindakan serupa tidak kembali terjadi, khususnya di wilayah Depok.

"Saya sudah memberikan arahan sesuai dengan protap Dalmas agar jangan sampai ada tindakan represif, dan kami akan menindak tegas jika hal itu terjadi” ujar Aziz.

Dialog juga membuahkan kesepakatan kedua belah pihak untuk bersinergi memerangi dan menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan represif, anarkis, serta provokasi dalam forum apapun.

"Kami mengajak PMII untuk bersama-sama membangun bangsa. Adapun oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan di Pamekasan, sudah diproses dan ditindak tegas. Selanjutnya, mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI dan memajukan bangsa," ajak Aziz.

“Kami berterima kasih, atas terbukanya Kapolres Depok untuk berdialog bersama PMII serta mengajak PMII untuk sinergi serta siap menindak tegas siapapun jika terbukti melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Qiwam menanggapi ajakan kapolres. (Piter)