Pasanggiri Seni Sunda berlangsung meriah

Jejak  Tasela - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tasikmalaya menggelar Lomba Pasanggiri Seni Budaya se-Kab. Tasikmalaya di Aula Kec. Parungponteng, Selasa (12/11/2019).  Kegiatan itu mengambil tema "Mupusti Seni Budaya Sangkan Jati Teu Kasilih Kujunti Mulasara Budaya Sunda Sangkan Nanjeur Salalamina". 

Di Kec. Parungponteng yang merupakan penyelenggaraan wilayah III diikuti oleh  tim penggiat kesenian tradisional asal 8 kecamatan  seperti  Grup Calung Istri dari Parungponteng, dog ronyok Bojongasih, tari rudat Puspahiang, pencak silat Sukaraja, degung dari Bojonggambir, calung angklung dari Sodonghilir, silat dan kacapi dari Cibalong dan calung dangdut dari Kec. Taraju. 

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tasikmalaya Drs Dindin Saepudin yang hadir mewakili bupati menjelaskan, tujuan digelarnya lomba ini guna menjaga kelestarian seni budaya yang merupakan seni khas masyarakat Kab. Tasikamalaya sejak dulu. 

"Acara ini digelar untuk menunjukan bahwa kesenian tersebut merupakan kekayaan khas yang dimiliki warga Kab. Tasikmalaya dan sudah di daftarkan ada bagian Hak kekayaan Budaya di tingkat Nasional, Untuk wilayah III ini yang sudah terdaftar yaitu kesenian Tarawangsa dari kecamatan Cibalong," terang Dindin. 

Sementara Dudi Wardiman, Kepala Seksi Seni dan Budaya usai acara menjelaskan, ada beberapa target dalam penyelenggaraan lomba ini, selain untuk mempertahankan dan memelihara hingga meningkatkan seni budaya yang berkarater khusus, kegiatan ini juga dijadikan sarana promosi agar seni tradisional khas warga Kab. Tasikmalaya lebih dikenal di masyarakat luas terutama dikalangan generasi muda.

"Acara ini juga menjadi sarana memberi kesempatan bagi seniman dan budayawan menampilkan seni budaya daerahnya agar lebih dikenal masyarakat Kab.Tasikmalaya juga berharap setiap seni dan budaya yang ada akan dijadikan mata pelajaran tambahan wajib di setiap sekolah," tutur Dudi. (Ihsan)