PKL Cihideung

Jejak Tasikmalaya - Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di Tamann Kota (Tamkot) memertanyakan sikap  Pemkot Tasikmalaya yang  menurutnya tebang pilih dalam melakukan penertiban. Jika PKL Tamkot dilarang berjualan lantaran dianggap melanggar aturan dengan berjualan di bahu jalan dan/atau trotoar, kenapa PKL PKL di tempat lain yang juga berjualan di tempat serupa justru malah dibiarkan.

"Kami ditertibkan, kenapa mereka tidak?" kesal Hendra, perwakilan PKL Tamkot, Kamis (16/7/2020) sore.

Oleh karenanya, ia bersama PKL lainnya akan bersi kukuh untuk terus berjualan sebab itu merupakan usaha satu-satunya mereka dalam menyambung hidup. Apalagi ekonomi saat ini tengah lesu, dampak dari Pandemi Corona Virus.

"Kami akan nurut ketika mendapat perlakuan yang sama. Kalau kami ditertibkan, maka PKL lain di luar Tamkot juga mesti ditertibkan. Itu baru adil," tandasnya.

Hendra menambahkan, lagi pula, PKL Tamkot berjualan tidak lama, dimulai dari sore. Terus, space yang dipakai berjualannya pun hanya sedikit, di bahu jalan. Tidak sampai menghabiskan separuh jalan apalagi sampai menutup seluruh badan jalan.

Kabid Tibum Dan Tranmas Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, mengatakan, kedatangan dirinya ke Taman Kota sebenarnya bukan untuk penertiban, tapi lebih ke penataan.

"Kemarin para PKL Tamkot berjualannya di sisi selatan Masjid Agung, sesuai arahan dari kami. Kenapa sekarang malah kembali ke Taman Kota? Kedatangan kami ke sini adalah untuk mengarahkan mereka agar mau kembali berjualan di sisi selatan Masjid Agung," katanya.

Ditanya kenapa PKL Tamkot ditertibkan sedangkan PKL Cihideung Gede (jalur toko Emas) tidak? Yogi menjawab, "Sebab untuk PKL yang di Cihideung ada Perwalkot-nya (legal),".

Jika PKL Tamkot terus keukeuh ingin berjualan di sana, kata Yogi, pihaknya akan koordinasi dengan pimpinan untuk mengambil tindakan apa yang harus dilakukan.

Pantauan di lokasi, kedatangan pasukan Satpol PP sempat menimbulkan suasana tegang lantaran pihak PKL seolah sudah siap untuk melakukan perlawanan. Guna menghindari bentrok, pasukan Satpol PP memilih balik kanan. (Piter)